DPRD Temukan Mayoritas RT/RW Tak Paham Tentang DTSEN, Pemkot Janji Sosialisasi Lewat Lurah-Camat

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Yona Bagus Widyatmoko Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya yang membidangi hukum dan pemerintahan mengatakan bahwa mayoritas RT/RW di Kota Pahlawan tidak sepenuhnya paham tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Hal itu disampaikannya berdasarkan temuan saat reses.

“Kami reses ke kawasan banyak desil lima, ada dua RW. Saya tanya apakah tahu (tentang) DTSEN, (dijawab) enggak tahu. Tapi kalau KSH (Kader Surabaya Hebat) semua tahu,” katanya saat hadir dalam konferensi pers di Kantor Diskominfo Kota Surabaya, Kamis (19/2/2026).

Karena itulah, ia mendorong Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya untuk mensosialisasikan ke RT/RW, agar memahami tugasnya sebagai penyambung komunikasi ke warga.

“Agar dibuat sebagai surat pemberitahuan atau sejenisnya yang itu di sampaikan kepada Ketua RT/RW se-Kota Surabaya, agar ketua RT/RW itu menyampaikan kepada semua warganya di dalam pertemuan warga,” bebernya.

Ketua RT/RW diminta memastikan warganya masing-masing untuk mengisi pembaruan data domisili di website cekinwarga.surabaya.go.id agar keberadaannya diketahui pemkot dan bisa segera dilakukan survei DTSEN.

“Karena saya tahu RT itu pasti ada pertemuan rutin gitu ya RW pun juga ada, agar disampaikan kepada warganya terkait dengan arahan atau imbauan kepada warga yang belum memastikan dirinya untuk mengonfirmasi, apakah yang bersangkutan sudah masuk di dalam DTSEN apa belum untuk menggunakan aplikasi ini,” paparnya lagi.

Tujuannya, kata dia, untuk mempercepat survei DTSEN, karena masih ada 181.867 KK yang berstatus tidak ditemukan.

“Awalnya 250.185 KK yang tidak ditemukan, lalu 20 Januari turun angkanya jadi 197.594, lalu saat ini 181.867 maka turun 15 ribu sekian,” bebernya.

Adapun mayoritas warga tersebut migrasi lintas kelurahan, kecamatan, bahkan luar kota. Sebagian kecil lainnya bahkan warga menengah ke atas yang menolak disurvei.

“Ada juga yang menolak survei (yaitu warga yang tinggal) di klaster premium, perumahan menengah ke atas, dan apartemen,” ujarnya.

Menanggapi itu, Eddy Christijanto Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya memastikan akan mensosialisasikan ulang ke RT/RW melalui lurah dan camat.

“RT/RW nanti kemarin sudah kami sosialisasikan secara Zoom. Dan nanti juga kami akan melalui lurah ya, lurah dan camat. Karena RT/RW kan dekat sekali dengan lurah dan camat untuk melakukan sosialisasi,” tandssnya. (lta/bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tabrak Pagar Rumah Anak JK, Pengemudi Ganti Rugi Rp25 Juta
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Rupiah Melemah saat Defisit APBN Jadi Sorotan dan Kekhawatiran Publik
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Ajak Pengusaha AS Investasi di RI, Presiden Prabowo Jamin Stabilitas
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenag Terbitkan Juknis Ramadan 2026 untuk Madrasah, Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial Siswa
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bahagianya AHY, Annisa Pohan Hamil Anak Kedua dan Segera Melahirkan: Insya Allah Lahir Shio Kuda Api
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.