REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan layanan penukaran uang tunai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada momen Ramadhan dan Idulfitri 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Di antara hal yang diperbarui dari program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idulfitri (Serambi) BI pada tahun ini adalah peningkatan paket penukaran uang menjadi Rp 5,3 juta per paket.
“Tentunya yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat adalah kami meningkatkan paket penukaran yang tadinya satu paket Rp 4,3 juta menjadi Rp 5,3 juta per paket. Jadi masyarakat bisa melakukan penukaran lebih besar lagi dan jumlah paket yang lebih banyak lagi dengan peningkatan 86 persen, hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu,” ujar Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2026 yang digelar secara daring, Kamis (19/2/2026).
- IHSG Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Kebijakan Bank Indonesia
- Bank Jatim Gelar Rapat Kerja Tahunan 2026, Perkuat Langkah untuk Jadi BPD Nomor 1 di Indonesia
- Purbaya Yakin BI Mampu Kendalikan Nilai Tukar Rupiah pada 2026
Ricky menjelaskan tahun ini merupakan tahun kelima program Serambi diadakan oleh BI bersama perbankan. BI berkomitmen melakukan peningkatan pelayanan Serambi pada tahun ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai pada momen penting Ramadhan dan Idulfitri.
Menurut dia, kebutuhan uang tunai yang beredar di masyarakat diprediksi meningkat seiring perkiraan Bank Sentral terkait pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 yang diproyeksikan lebih tinggi. Dengan memperhatikan kebutuhan uang tunai yang meningkat, BI menyediakannya lebih banyak pada 2026.
.rec-desc {padding: 7px !important;}“Oleh sebab itu, kami melakukan peningkatan sekitar 15 persen untuk penukaran uang di masyarakat. Sekitar Rp 185,6 triliun kami siapkan untuk penukaran di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh seluruh kantor perwakilan BI bekerja sama dengan perbankan,” jelasnya.
BI juga meningkatkan titik penukaran uang tunai di seluruh Indonesia. Ricky menyebut jumlahnya mencapai lebih dari 2.800 titik dan 8.700 layanan di seluruh Indonesia. Layanan penukaran dapat diakses melalui berbagai kanal, di antaranya kantor bank umum, kas keliling, dan layanan penukaran terpadu di lokasi strategis seperti rumah ibadah dan pusat aktivitas masyarakat.




