JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa kerja Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan Dewan Perdamaian (Board of Peace) harus saling memperkuat dalam upaya mewujudkan perdamaian di Palestina.
Hal itu disampaikan oleh Sugiono dalam pertemuan Dewan Keamanan di New York, Amerika Serikat, Rabu, 18 Februari 2026.
BACA JUGA:Richard Lee Penuhi Panggilan Polisi, Sedih Sesama Dokter Harus Saling Lapor
BACA JUGA:KKP Tebar 100 Titik Budidaya Tematik di Pulau Jawa untuk Stok Lele dan Nila MBG
Sugiono mengatakan bahwa DK PBB dan Board of Peace memiliki mandat serta jalur yang berbeda dalam mendorong perdamaian di Gaza.
Namun, ia menegaskan keduanya tidak boleh berjalan berlawanan arah karena hal tersebut justru akan melemahkan upaya perdamaian.
"Pendekatan Board of Peace yang tidak sejalan dengan PBB justru akan melemahkan kredibilitas dan pengaruh dari dewan itu sendiri,” tegas Sugiono.
Ia menjelaskan bahwa kerja Board of Peace harus beriringan dengan PBB karena pembentukan badan tersebut merupakan mandat dari Resolusi 2803 DK PBB.
BACA JUGA:Masjid Al-Mubarok: Jejak Sejarah Islam 500 Tahun di Tengah Jakarta Modern
BACA JUGA:Apa Alasan Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen?
Resolusi tersebut menitikberatkan pada rencana komprehensif untuk mengakhiri konflik di Gaza, termasuk pembentukan Board of Peace dan pasukan International Stabilization Force (ISF).
Oleh karena itu, lanjut Sugiono, keanggotaan Indonesia di Board of Peace akan tetap berlandaskan prinsip-prinsip PBB.
"Keterlibatan kami akan tetap konsisten dengan Piagam PBB serta prinsip-prinsip multilateralisme,” ujar Sugiono.
Sugiono juga menyampaikan bahwa Indonesia, bersama delapan negara berpenduduk mayoritas Muslim lainnya di Board of Peace, berkomitmen menjaga integritas kerangka kerja perdamaian saat ini.
"Semoga Board of Peace bertindak sesuai prinsip persatuan dan penyelesaian konflik, bukan sekadar mengelola krisis yang tengah berlangsung, tetapi juga memastikan terpenuhinya hak dan keadilan bagi masyarakat Palestina,” imbuhnya.
- 1
- 2
- »





