JAKARTA, KOMPAS.com - Warga berburu takjil di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat pada hari pertama puasa Ramadhan, Kamis (19/2/2026).
Sejumlah pedagang mengaku dagangan mereka ludes hanya dalam hitungan jam sejak buka sekitar pukul 13.00 WIB.
Amar, pedagang dimsum, nasi briyani, dan puding, mengatakan 250 porsi dimsum yang ia siapkan habis terjual sebelum waktu berbuka.
“Buka dari pukul 13.00 WIB, terus pukul 16.00 WIB sudah habis. Kirain 250 pieces cukup, ternyata habis,” kata Amar saat ditemui Kompas.com di lokasi, Kamis.
Baca juga: Daftar Harga Menu Takjil di Benhil, Mulai dari Rp 4.000 Per Buah
Ia menjual satu porsi dimsum seharga Rp20.000. Menurutnya, menu tersebut menjadi yang paling diminati pembeli dibandingkan nasi briyani dan puding yang masih tersisa.
Amar mengaku baru tahun ini berjualan di titik bazar tersebut.
Sebelumnya, ia berjualan di seberang lokasi saat Ramadhan dan tetap membuka lapak hariannya di pagi hari.
“Sekarang buka dua tempat. Di seberang ponakan saya gantian, jadi bisa dua titik,” ujarnya.
Dari penjualan dimsum, Amar mengaku mendapat keuntungan sekitar Rp700.000 hingga Rp800.000.
"Kalau per hari itu bisa Rp700.000, bisa Rp800.000. Ya enggak tentu sih Kak. Enggak tentu, segitu lah," ungkapnya.
Pedagang lainnya, Juli (24), penjual siomay dan batagor, juga mengalami lonjakan penjualan pada hari pertama puasa.
Baca juga: War Takjil di Benhil, Warga Antre Beli Gorengan dan Bubur Sumsum
Ia mengaku harus melakukan restock berkali-kali karena banyaknya pembeli.
“Enggak bisa dihitung, tapi perkiraan di atas 1.000 pieces. Habis semua,” kata Juli saat ditemui Kompas.com, Kamis.
Ia menjual siomay dan batagor seharga Rp15.000 per porsi isi enam, dan Rp20.000 per porsi dengan tambahan telur.