Milan: Pemerintah Ukraina memutuskan memboikot kehadiran resmi dalam Paralimpiade Musim Dingin 2026 setelah Komite Paralimpiade Internasional mengizinkan atlet Rusia tampil dengan bendera nasional mereka.
Kementerian Olahraga Ukraina pada Rabu kemarin menyatakan pejabat publik Ukraina tidak akan menghadiri ajang yang dijadwalkan berlangsung di Milan–Cortina, Italia, termasuk upacara pembukaan pada 6 Maret di Verona.
Menteri Olahraga Ukraina, Matviy Bidny, menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
“Pejabat publik Ukraina tidak akan menghadiri Paralimpiade. Kami tidak akan hadir pada upacara pembukaan,” tulisnya di media sosial, dikutip Channel News Asia, Kamis, 19 Februari 2026.
“Kami juga tidak akan mengikuti acara resmi Paralimpiade lainnya,” tambahnya.
Komite Paralimpiade Internasional sebelumnya memastikan enam atlet Rusia dan empat atlet Belarus diperbolehkan berpartisipasi dengan membawa bendera negara masing-masing, bukan sebagai atlet netral. Keputusan ini memicu kemarahan Kyiv, mengingat Rusia sebelumnya banyak dilarang dari kompetisi internasional sejak invasi ke Ukraina.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiga, mengatakan ia telah menginstruksikan para duta besar Ukraina untuk mendorong negara lain ikut memboikot upacara pembukaan.
“Mengizinkan bendera negara agresor dikibarkan di Paralimpiade sementara perang Rusia melawan Ukraina masih berlangsung adalah tindakan yang keliru secara moral maupun politik,” ujarnya.
Komisioner olahraga Uni Eropa Glenn Micallef juga menyatakan tidak akan menghadiri upacara pembukaan, sementara Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani meminta keputusan tersebut ditinjau ulang.
Meski demikian, Presiden Komite Paralimpiade Ukraina, Valeriy Sushkevych, menegaskan atlet Ukraina tetap akan berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
“Jika kami tidak pergi, itu berarti memberi Putin kemenangan atas atlet Paralimpiade Ukraina dan atas Ukraina. Itu tidak akan terjadi,” ujarnya.
Paralimpiade Musim Dingin 2026 berlangsung di tengah ketegangan berkepanjangan antara Ukraina dan Rusia sejak invasi Moskow pada 2022, yang juga berdampak luas pada dunia olahraga internasional.
Baca juga: Presiden Ukraina Minta Warga Rusia Boikot Putin




