Surabaya (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) demi semakin menjamin kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi.
“Ini (SPPG Dapur Nikmat Barokah Surabaya) bisa menjadi rujukan, bisa jadi contoh (sudah memiliki SLHS). Masih ada beberapa lagi yang belum dibangun atau yang belum selesai SLHS-nya,” katanya di Surabaya, Kamis.
Zulkifli mencontohkan, total SPPG di Surabaya sebanyak 2.110 dan ia mengapresiasi lantaran lebih dari setengah dari total SPPG di Kota Pahlawan tersebut telah mengantongi SLHS, bahkan memiliki sertifikasi halal.
Salah satu yang telah memiliki SLHS serta sertifikasi halal adalah SPPG Dapur Nikmat Barokah Kedung Asem di Rungkut, Surabaya, dan bahkan SPPG telah dilengkapi oleh para ahli gizi.
Baca juga: Zulhas minta pemda dukung MBG dan jaga harga pangan selama Ramadhan
“Jadi ini sudah sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar Zulkifli.
Ia pun berharap SPPG lain dapat mencontoh SPPG Dapur Nikmat Barokah Kedung Asem karena telah sesuai dengan yang ditetapkan oleh BGN.
“Ini bisa menjadi contoh bagi SPPG lainnya karena sudah memenuhi standar aman, SLHS-nya sudah ada, dan ahli gizinya cukup,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Januari 2026 tercatat 4.535 SPPG yang melayani program MBG telah lulus SLHS.
Jumlah itu baru 23 persen dari total SPPG berdiri di seluruh Indonesia yakni 19.188 unit sehingga Dinas Kesehatan di berbagai wilayah perlu terus meningkatkan persentase SPPG lulus SLHS.
“Ini (SPPG Dapur Nikmat Barokah Surabaya) bisa menjadi rujukan, bisa jadi contoh (sudah memiliki SLHS). Masih ada beberapa lagi yang belum dibangun atau yang belum selesai SLHS-nya,” katanya di Surabaya, Kamis.
Zulkifli mencontohkan, total SPPG di Surabaya sebanyak 2.110 dan ia mengapresiasi lantaran lebih dari setengah dari total SPPG di Kota Pahlawan tersebut telah mengantongi SLHS, bahkan memiliki sertifikasi halal.
Salah satu yang telah memiliki SLHS serta sertifikasi halal adalah SPPG Dapur Nikmat Barokah Kedung Asem di Rungkut, Surabaya, dan bahkan SPPG telah dilengkapi oleh para ahli gizi.
Baca juga: Zulhas minta pemda dukung MBG dan jaga harga pangan selama Ramadhan
“Jadi ini sudah sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar Zulkifli.
Ia pun berharap SPPG lain dapat mencontoh SPPG Dapur Nikmat Barokah Kedung Asem karena telah sesuai dengan yang ditetapkan oleh BGN.
“Ini bisa menjadi contoh bagi SPPG lainnya karena sudah memenuhi standar aman, SLHS-nya sudah ada, dan ahli gizinya cukup,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga Januari 2026 tercatat 4.535 SPPG yang melayani program MBG telah lulus SLHS.
Jumlah itu baru 23 persen dari total SPPG berdiri di seluruh Indonesia yakni 19.188 unit sehingga Dinas Kesehatan di berbagai wilayah perlu terus meningkatkan persentase SPPG lulus SLHS.





