Pasar Ramadan di Kampung Jawa, Kota Denpasar, Bali, tampak dipadati warga pada Kamis (19/2) sejak pukul 16.00 WITA. Padahal, jadwal buka puasa masih ada dua jam tersisa atau pada pukul 18.46 WITA.
Pantauan kumparan, baik umat muslim maupun nonmuslim tetap semangat berbelanja makanan di Pasar Ramadan itu. Meski cuaca saat itu panas.
Sejumlah warga tampak sabar dan rela berjalan satu langkah demi satu langkah serta antre demi memperoleh makanan melepas dahaga dan mengenyangkan perut.
Berbagai jenis minuman manis berupa puding, jelly, jus, es teler, es campur, es cokelat dan lain sebagainya tersedia lengkap di Pasar Ramadan. Begitu juga makanan seperti berbagai jenis sate, gorengan, bakso, gulai, kikil, mie goreng, lumpia hingga kerak telor.
Salah satu warga bernama Rahma (30 tahun), mengaku sengaja datang lebih awal ke Pasar Ramadan agar memiliki waktu memilih menu berbuka puasa.
"Soalnya pengetahuan saya dan karena saya sudah sering ke pasar Ramadan yang ada di kampung Jawa ini, kalau misalnya jam segini itu makanannya masih lengkap. Terus kalau misalnya kelamaan takut kehabisan makanannya," katanya kepada wartawan
Rahma biasanya membeli es teler dan puding sebagai menu berbuka dan sate hingga gulai untuk menu makan malam.
"Karena memang dari tahun ke tahun saya biasa belanja menu berbuka ke sini, selain lengkap, ya terjangkau lah. Harga sate saja ada Rp 10 ribuan," katanya.
Omzet Pedagang Rp 1 Juta per HariSementara itu, Pengelola Marzuki Fathan mengatakan, Pasar Ramadan dibuka sejak 19 hingga 26 Februari 2026. Jumlah UMKM mencapai 79 unit.
Mereka membayar biaya sewa lapak mulai dari Rp 35 ribu sampai Rp 50 ribu per hari.
Setiap pedagang dilarang berjualan makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan rhodamin B, sesuai ketentuan standar keamanan makanan dari BPOM. Pengelola siap memberikan sanksi berupa larangan berjualan apabila melanggar.
"UMKM ini sekaligus untuk menyejahterakan masyarakat. Rata-rata omset pedagang bersih Rp 1 juta per hari," katanya.
BBPOM Pastikan Takjil di Pasar Ramadan Aman DikonsumsiDi tempat yang sama, sejumlah petugas BBPOM tampak melakukan uji sampel takjil di Pasar Ramadan. Kepala BBPOM Denpasar, Made Ery Bahari Hantana, mengatakan, ada 27 sampel makanan diuji mengandung bahan berbahaya atau tidak.
Hasilnya, BBPOM tidak menemukan ada pedagang yang menjual makanan dan minuman mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan rhodamin B.
Made Ery Bahari Hantana mengatakan, takjil di Pasar Ramadan Kampung Jawa dinyatakan aman dikonsumsi. Dia meminta agar seluruh pedagang tetap berkomitmen menjaga kebersihan dan keamanan pangan.
"Kita uji baik dari pewarna, tidak menggunakan pewarna tekstil. Kemudian dari boraks yang biasanya dipakai pada kerupuk, untuk pengembangnya bakso biar kenyal. Kemudian formalin, tadi kita sudah cek, sate atau pepes, tadi sudah diuji negatif semua,"
"Jadi pelaku usaha di sini penjual takjil mereka sudah semua mengikuti ketentuan. Sampai saat ini tidak ada ditemukan makanan mengandung bahan berbahaya," katanya.





