Menperin Ingatkan Manfaat Ekonomi Rp 27 Triliun dari Penjualan Pick Up Lokal

kumparan.com
20 jam lalu
Cover Berita

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan produksi kendaraan komersial ringan segmen pick up (PU) merupakan salah satu penopang kuat industri otomotif dalam negeri.

Sehingga menurutnya, penguatan industri pada sektor ini berpotensi memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. Agus memberi ilustrasi, pengadaan 70 ribu unit kendaraan PU 4x2 berpeluang menghasilkan manfaat ekonomi senilai Rp 27 triliun.

Selain nilai tambah ekonomi, dampak lainnya adalah penyerapan tenaga kerja yang lebih banyak dan keuntungan bagi penyuplai komponen lokal seperti industri ban, kaca, baterai basah atau aki, plastik, kabel, elektronik, dan sebagainya.

“Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pick-up dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri. Namun, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/2).

Dirinya menambahkan, saat ini Indonesia sudah punya banyak produsen yang mampu membuat kendaraan dengan klasifikasi tersebut. Kapasitas produksi kendaraan jenis PU atau pikap disebutnya signifikan mencapai sekitar 1 juta unit per tahun.

Mereka adalah PT Astra Daihatsu Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT Sokonindo Automobile.

“Dengan kapasitas tersebut, industri kendaraan pick up nasional dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global,” tegas Menperin.

Agus mengatakan, produk kendaraan komersial jenis pick up 4x2 buatan dalam negeri saat ini sudah terbilang kompetitif bila disandingkan dengan produk serupa yang didatangkan secara utuh atau impor.

Selain itu, produk lokal dikatakan telah mampu memenuhi kebutuhan operasional di berbagai wilayah Indonesia dengan kondisi infrastruktur jalan yang sangat beragam. Juga diterima dengan baik oleh masyarakat dan pelaku usaha karena performanya dinilai andal serta mampu melayani kebutuhan distribusi dan mobilitas barang.

Kemenperin dorong pengembangan produksi kendaraan pick up 4x4

Namun demikian, Menperin mengakui bahwa Indonesia belum memproduksi tipe kendaraan pick up dengan spesifikasi penggerak empat roda atau 4x4 yang dirancang khusus untuk medan sangat berat, khususnya daerah tambang dan perkebunan.

Alasannya, dari sisi efisiensi ekonomi, biaya perawatan kendaraan pick-up 4x4 relatif lebih mahal, ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual yang terbatas, di samping harga jual kembali yang rendah, dibandingkan versi 4x2 yang telah diproduksi di Tanah Air.

“Kemenperin berkomitmen untuk terus memperkuat industri otomotif nasional agar semakin inovatif, berdaya saing, serta mampu menjadi pilar utama dalam penguatan struktur industri dan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Agus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pura-Pura Beli, Pria di Bekasi Curi Uang Rp700 Ribu Milik Nenek Penjual Nasi Uduk
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Persija Jakarta vs PSM Makassar Malam Ini: Cek Head to Head, Prakiraan Pemain, dan Jadwal Siaran Langsung
• 6 jam laluharianfajar
thumb
5 Berita Populer: Aset Nia Daniaty; Eks Sopir Inara Rusli Diperiksa
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
PNM Diusulkan Lepas dari BRI (BBRI), Intip Hitungan Dampaknya ke Laba dan Aset Grup
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
BI: Modal Asing Masuk 1,6 Miliar Dolar AS, Bantu Stabilkan Nilai Tukar Rupiah
• 20 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.