Sejumlah pria bergegas memarkir sepeda motor mereka, melepas jas hujan, lalu berlari-lari kecil memasuki Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta, untuk meminimalkan guyuran air hujan pada badan mereka, Kamis (19/2/2026). Sesampainya di pendapa masjid milik Keraton Yogyakarta itu, mereka menerima segelas teh hangat dan sepiring nasi beserta gulai kambing yang dibungkus plastik dan diletakkan di lipatan kertas berwarna coklat.
Ratusan umat lainnya telah mulai berdatangan sejak sekitar pukul 17.00 untuk berbuka puasa di tempat itu. Sembari menanti waktu berbuka, mereka mendengarkan ceramah dengan saksama di dekat takjil yang telah mereka terima.
Gulai kambing merupakan menu yang paling banyak dinanti oleh umat yang dari tahun ke tahun berbuka puasa di masjid itu. Menu tersebut hanya tersedia setiap hari Kamis selama bulan Ramadhan.
Menurut Agus Suratin (71), koordinator takjil Masjid Gedhe Kauman, pihaknya pada hari itu menyiapkan 1.500 porsi takjil gulai kambing. Jumlah takjil yang disiapkan di masjid yang dibangun pada tahun 1773 itu setiap hari relatif sama.
Masjid Kauman menjadi magnet tersendiri bagi warga Yogyakarta maupun umat Islam yang sedang berkunjung ke Yogyakarta. Apalagi saat Ramadhan seperti saat ini. Masjid ini menjadi salah satu pilihan umat Islam untuk berbuka puasa bersama, shalat Tarawih, maupun shalat Subuh.
Pada Ramadhan 1447 Hijriah tahun ini, kegiatan buka bersama sudah dimulai sejak Rabu (18/2/2026). Pengurus masjid mengikuti keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang mengacu pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang menetapkan awal Ramadhan tahun ini dimulai pada 18 Februari 2026 lalu.
Selain bernuansa klasik, masjid yang dibangun oleh Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono I itu juga kental dengan unsur sejarah. Masjid itu juga menjadi simbol akulturasi budaya Jawa dan Islam di mana tecermin dari sejumlah ornamen dan struktur bangunan yang menggabungkan unsur-unsur seni Jawa klasik dengan nilai-nilai Islam.
Sejumlah keunikan Masjid Gedhe Kauman membuatnya selalu dipadati oleh umat Islam setiap sore selama bulan Ramadhan. Keberadaan menu gulai kambing sebagai takjil yang dapat disantap secara gratis juga menambah daya tarik tersendiri bagi masjid tersebut.
Selain di Masjid Gede Kauman, ada sejumlah masjid lain yang sering menjadi tujuan orang untuk menikmati kemeriaahan dan semarak saat berbula puasa. Salah satunya di Masjid Jogokariyan di Kampung Jogokariyan, Kota Yogyakarta.
Di masjid yang terkenal karena saldo kas masjid selalu Rp 0 ini menyediakan sedikitnya 3.800 porsi untuk berbuka puasa setiap hari selama Ramadhan. Dana untuk berbuka puasa merupakan sedekah atau sumbangan dari para donatur.




