Bapanas: GPM daging ayam-SPHP jagung dilaksanakan selama Ramadhan

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan Gerakan Pangan Murah (GPM) daging ayam ras serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan dilaksanakan selama Ramadhan 1447 Hijriah guna menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

"Jadi masyarakat dipastikan bisa membeli (daging ayam) sesuai HAP (Harga Acuan Penjualan) yang telah ditentukan pemerintah," kata Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan komoditas daging ayam dan telur ayam terus menjadi perhatian pemerintah. Sumber protein hewani terjangkau tersebut patut dijaga kestabilan harganya di pasaran.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut rata-rata harga kedua komoditas tersebut mulai sedikit melampaui Harga Acuan Penjualan tingkat konsumen pada minggu kedua Februari 2026.

Untuk itu, lanjut Maino, Bapanas berkolaborasi dengan kalangan swasta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) daging ayam beku. Perusahaan swasta yang terlibat antara lain PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) dan PT Japfa Comfeed Indonesia (Japfa).

CPI menggelar GPM daging ayam beku di 1.200 outlet penjualan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara Japfa memastikan GPM daging ayam beku tersedia di 500 outlet jaringannya.

Masyarakat dipastikan dapat memperoleh daging ayam beku seharga Rp40.000 per kilogram (kg). Periodenya, menurut dia, mulai pada 18 Februari sampai sebelum Lebaran.

"Untuk daging ayam di beberapa tempat, kami pantau di wilayah Jakarta dan Tangerang, relatif masih bagus. Harga Rp40.000, paling tinggi. Nah ini ada inisiatif positif kami bersama PT CPI dan Japfa menggelar GPM daging ayam ras," ujar Maino.

Sedangkan berdasarkan data BPS, ia mengatakan rata-rata harga daging ayam ras sampai minggu kedua Februari 2026 berada di Rp40.471 per kg dengan batas maksimal HAP tingkat konsumen di Rp 40.000 per kg. Jumlah daerah yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras disebutkan mencapai 155 kabupaten/kota.

Akan tetapi, dari 155 kabupaten/kota tersebut, hanya 53 daerah saja yang mengalami rata-rata harga daging ayam ras melampaui HAP tingkat konsumen. Sedangkan 102 daerah mengalami kenaikan IPH tapi rata-rata harganya masih tidak melebihi HAP tingkat konsumen.

Beralih ke komoditas telur ayam ras, Maino menjelaskan kondisi harga saat ini masih terpantau stabil tanpa gejolak berlebihan. Dirinya optimistis harga telur ayam ras sepanjang Ramadan dapat terkendali.

Terlebih, ia mengatakan pemerintah telah siapkan paket program intervensi pangan yang tidak hanya menyasar konsumen saja. Namun juga menyasar ke produsen pangan dalam negeri seperti peternak unggas.

"Kalau telur, bervariasi. Ada yang Rp30.000. Ada yang Rp31.000 tapi kecenderungan memang sudah turun di beberapa tempat. Mulai menurun menjadi Rp29.000 sampai Rp30.000 untuk telur, menurut pantauan kami," katanya menjelaskan.

Dalam laporan BPS, untuk rata-rata harga telur ayam ras secara nasional sampai minggu kedua Februari 2026 disebutkan berada di Rp31.757 per kg dengan HAP tingkat konsumen maksimal di Rp30.000 per kg. Sementara jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH telur ayam ras mencapai 80 daerah.

Dari 80 daerah yang mengalami kenaikan IPH tersebut, hanya 28 kabupaten/kota saja yang mengalami harga telur ayam ras melewati HAP tingkat konsumen. Sementara 52 kabupaten/kota lainnya masih cukup aman karena rerata harga telur ayam ras masih sesuai koridor.

Salah satu upaya pemerintah untuk menjaga kestabilan harga daging ayam dan telur ayam adalah pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan di 2026. Anggaran sebesar Rp678 miliar, maka target penyaluran SPHP jagung pakan ke para peternak dapat mencapai total 242 ribu ton.

Ia mengatakan pemerintah mengharapkan melalui program itu dapat menjadi angin segar karena target SPHP jagung di tahun 2026 meningkat drastis hingga hampir lima kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Adapun penyaluran SPHP jagung tahun 2025 berada di angka 51,2 ribu ton yang menyasar ke 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi.

Maino berharap program SPHP jagung dapat membantu peternak layer mandiri memperoleh pakan dengan harga yang lebih terjangkau. Program itu dapat menjadi penopang kestabilan harga telur ayam dan daging ayam ras karena jagung termasuk sumber pakan ternak unggas yang banyak digunakan di Indonesia.

Secara terpisah, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta agar harga daging ayam ras dan telur ayam ras tidak ada kenaikan, sebab kedua komoditas tersebut telah surplus secara nasional.

"Daging ayam dan telur ayam, tidak boleh naik. Kita surplus. Tidak ada alasan naik. Kita sekarang sudah swasembada 9 komoditas. Termasuk telur dan daging ayam, kita sudah swasembada," kata Amran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov DKI Jakarta Terapkan Jam Pulang Anak Sekolah Ramadan Pukul 2 Siang
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja, Admin Kanal Pandji Pragiwaksono Diperiksa Bareskrim
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
P2G Gugat Anggaran MBG, Menkeu Purbaya: Lemah, Pasti Kalah
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Duel MPV Hybrid: Mengupas Beda Toyota Veloz HEV dan Mitsubishi Xpander HEV
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Momen Menlu Sugiono Lantang Suarakan Perdamaian Palestina: Board of Peace Harus Sejalan dengan Prinsip PBB!
• 10 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.