VIVA – Barcelona menyiapkan perlakuan khusus untuk Lamine Yamal selama menjalani ibadah puasa Ramadan. Langkah ini diambil demi menjaga kebugaran sang pemain agar tetap tampil optimal di lapangan.
Sebagai seorang muslim, Yamal menjalankan puasa serta salat lima waktu. Di sisi lain, pemain berusia 18 tahun itu tetap dituntut tampil maksimal bersama Barcelona di tengah padatnya agenda kompetisi.
Karena itu, aspek fisik dan performa pemain muslim menjadi perhatian khusus Blaugrana. Dikutip dari media Spanyol AS, Barcelona menerapkan program nutrisi khusus untuk meminimalkan dampak puasa terhadap kondisi pemain.
Kebijakan ini bukan hal baru bagi klub asal Catalunya tersebut. Sebelum Yamal, Barcelona juga pernah memberikan perlakuan serupa kepada pemain muslim lain seperti Ousmane Dembele, Franck Kessie, hingga Ansu Fati.
Staf klub kini fokus menyusun pola diet dan asupan nutrisi yang tepat bagi Yamal selama Ramadan. Menu makanan dipastikan mendukung performa atlet, sekaligus menghindari konsumsi yang berpotensi menurunkan kondisi fisik.
Selain pengaturan diet, Barcelona juga memberi perhatian pada hidrasi pemain. Yamal memastikan tubuhnya tetap terjaga dengan baik sebelum berlatih maupun bertanding.
“Saya bangun jam empat pagi, sarapan dan makan, lalu pergi latihan. Saya juga mengonsumsi elektrolit agar tidak mudah haus di siang hari,” ujar Yamal.
Laga Barcelona melawan Levante pada pekan ke-25 Liga Spanyol akan menjadi pertandingan pertama Yamal selama Ramadan musim ini. Pada musim lalu, ia dinilai mampu menjaga keseimbangan antara ibadah dan profesionalismenya sebagai pemain Barcelona.





