Takhta Suci Vatikan secara resmi menolak berpartisipasi dalam Board of Peace (Dewan Perdamaian) untuk Gaza yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Vatikan menilai inisiatif tersebut berisiko menciptakan struktur tandingan yang dapat melemahkan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sikap tegas ini disampaikan oleh Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, usai menolak undangan yang sebelumnya juga ditujukan kepada Paus Leo XIV. Parolin menekankan bahwa dalam level internasional, khususnya terkait konflik berkepanjangan di Gaza, Palestina, PBB harus tetap menjadi otoritas utama yang memiliki legitimasi global.
"Pada tingkat internasional, PBB-lah yang seharusnya mengelola situasi krisis ini. Ini adalah salah satu poin yang selalu kami tekankan," ujar Parolin.
Baca juga:
Lebih dari 80 Negara PBB Kecam Langkah Israel di Tepi Barat
Penolakan ini memberikan sinyal kuat bahwa Vatikan memandang penyelesaian konflik Gaza harus tetap mengedepankan hukum internasional dan hak asasi manusia di bawah kerangka multilateral yang sudah mapan.
Parolin juga mengingatkan bahwa pembentukan badan perdamaian baru di luar mekanisme PBB justru berisiko menimbulkan kebingungan dan fragmentasi dalam upaya diplomasi global. Selain Vatikan, beberapa negara sekutu AS di Eropa seperti Italia juga dilaporkan enggan bergabung secara penuh dan hanya memilih hadir sebagai pengamat.




