Kilas Balik Tahun Baru 2026: Mereka yang Tetap Bekerja di Pergantian Tahun

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Pas banyak orang sibuk hitung mundur, bakar kembang api, dan upload story “2026 please be kind”, ada juga yang lagi kerja. Bukan karena nggak mau libur, tapi karena memang harus. Tahun baru buat mereka bukan datang dengan pesta, tapi dengan jadwal shift yang tetap jalan.

Di rumah sakit, malam tahun baru sering malah jadi jam sibuk. IGD tetap ramai dan tenaga kesehatan harus siaga penuh. Data registrasi SDM kesehatan menunjukkan Indonesia memiliki sekitar 1,54 juta tenaga kesehatan aktif pada 2025, mulai dari dokter, perawat, bidan, sampai tenaga pendukung lainnya. Layanan rumah sakit sendiri berjalan 24 jam tanpa libur, termasuk saat malam pergantian tahun. Saat banyak orang kumpul bareng keluarga, mereka berdiri berjam-jam di ruang perawatan, fokus ke pasien dan monitor, berharap satu hal sederhana: semua bisa selamat.

Cerita yang sama juga datang dari sektor transportasi. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut sebanyak 119,5 juta orang diperkirakan melakukan perjalanan, baik di dalam maupun luar provinsi, selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Lonjakan mobilitas ini bikin sektor transportasi jadi salah satu yang paling sibuk di akhir tahun.

Bekerja di Pergantian Tahun

Beban itu kelihatan jelas dari data Kementerian Perhubungan yang mencatat 10,11 juta orang menggunakan transportasi umum sejak H-7 libur Natal 2025. Di balik angka tersebut, ada ribuan sopir bus, masinis, pilot, pramugari, petugas bandara, stasiun, terminal, sampai polisi lalu lintas yang harus kerja ekstra, sering kali tanpa libur.

Saat jalanan makin macet dan orang-orang pengin cepat sampai tujuan, mereka justru dituntut tetap tenang dan profesional. Ironisnya, semakin banyak orang liburan, semakin kecil kesempatan mereka buat kumpul sama keluarga sendiri.

Belum lagi petugas keamanan, pemadam kebakaran, teknisi listrik, dan petugas kebersihan. PLN selalu menetapkan status siaga saat malam tahun baru demi memastikan listrik tetap nyala. Petugas kebersihan bekerja setelah pesta selesai, membersihkan sisa perayaan yang sering kita anggap sepele.

Masalahnya, semua kerja keras ini sering nggak kelihatan. Kita nganggep listrik nyala itu wajar, jalan aman itu normal, rumah sakit buka itu sudah pasti. Padahal, semua itu ada manusianya. Ada yang nggak pulang, ada yang makan malam sendirian, ada yang nahan capek demi orang lain bisa nyaman.

Tahun baru harusnya jadi momen refleksi. Bukan cuma soal resolusi pribadi, tapi juga soal empati sosial. Soal sadar kalau kenyamanan kita sering dibangun dari kerja sunyi orang lain. Menghargai mereka sebenarnya simpel: tertib di jalan, nggak ugal-ugalan, sabar antre, dan patuh aturan sudah sangat membantu.

Lebih dari itu, mereka yang kerja saat orang lain libur juga berhak dapat perlindungan yang layak. Jam kerja manusiawi, jaminan keselamatan, dan penghargaan yang adil bukan bonus, tapi hak. Tanpa mereka, sistem bisa berhenti.

Jadi, saat kamu bilang “selamat tahun baru”, ingat juga mereka yang nggak libur. Mereka mungkin nggak ikut hitung mundur atau pegang kembang api, tapi berkat mereka, tahun baru bisa dimulai dengan aman. Karena kadang, harapan tahun baru nggak lahir dari pesta yang paling meriah, tapi dari orang-orang yang diam-diam memilih tetap berjaga demi kita semua.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Usai Rapat Perdana BoP: Harus Bertekad Demi Perdamaian di Palestina
• 13 jam laludetik.com
thumb
Hasil Survei Kepuasan Publik untuk Dirinya Tembus 95,5 Persen, Dedi Mulyadi Merasa Belum Berhasil, Ini Alasannya
• 12 jam lalugrid.id
thumb
SAM Air Beli Tiga Armada Baru, Perkuat Misi Kemanusiaan dan Penerbangan Perintis
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Krakatau Steel (KRAS) Mulai Kirim Pipa Baja ke Proyek Gas Dumai-Sei Mangkei
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Fiorentina menang tiga gol tanpa balas kontra Jagiellonia
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.