Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa Indonesia ditunjuk sebagai Wakil Komandan atau Deputy Commander International Stabilization Force (ISF) rancangan Board of Pece (BoP) yang akan dikirim ke Gaza.
"Iya, mereka minta kita jadi deputy commander ya," kata Prabowo usai menghadiri KTT Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2).
Untuk itu, ia akan memilih sosok yang baik sebagai pemimpin pasukan nanti.
"Ya dipilih, ya dipilih, ya kita cari yang bagus ya," terang dia.
Sebelumnya, Mayor Jenderal Amerika Serikat Jasper Jeffers mengumumkan komitmen sejumlah negara untuk mengirimkan pasukan dalam International Stabilization Force (ISF) pada pertemuan perdana Dewan Perdamaian Internasional atau Board of Peace (BoP) di Washington D.C, Kamis (19/2).
Dalam pernyataannya, Jeffers menyampaikan ada lima negara pertama telah berkomitmen mengerahkan pasukan militer guna menjaga implementasi gencatan senjata dan stabilitas jangka panjang di Gaza.
"Saya dengan sangat senang mengumumkan hari ini bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk bertugas dalam International Stabilization Force: Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Mesir dan Yordania berkomitmen mengirimkan polisi terlatih," ujar Jeffers.
Jeffers juga menegaskan bahwa Indonesia menerima posisi strategis sebagai Wakil Komandan ISF, menandai peran penting negara tersebut dalam struktur komando misi stabilisasi internasional.
"Indonesia telah diterima sebagai Wakil Komandan dari ISF," tandasnya.





