JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang pukul 21.00 WIB, Kamis (19/2/2026), kesibukan petugas keamanan di Stasiun Tanah Abang belum surut.
Utamanya petugas yang berjaga di peron 5 dan peron 6 atau rute Tanah Abang - Rangkasbitung dan petugas di peron 3 yang melayani rute Bekasi - Cikarang via Manggarai.
Pasalnya masih ada penumpang yang berdatangan untuk menunggu kereta rel listrik (KRL) di ketiga peron itu.
Baca juga: Perjalanan KRL Bogor–Jakarta Lebih Tenang Pagi Ini, Penumpang Banyak Menahan Kantuk
Sementara itu, situasi di luar Stasiun Tanah Abang sedang hujan deras.
Sehingga petugas harus bersiaga mengingatkan penumpang agar berhati-hati saat berjalan di peron.
"Hati-hati langkahnya, perhatikan langkahnya sebelum masuk kereta," kata petugas kepada penumpang yang akan masuk ke KRL di peron 6.
Suara peringatan itu disampaikan dengan pelan karena jumlah penumpang yang memasuki KRL hanya belasan.
Para penumpang tidak terburu-buru masuk ke dalam gerbong karena tidak harus bersaing dengan puluhan penumpang lain seperti pada Kamis sore.
Kondisi serupa terjadi pada Kamis pagi di Stasiun Tanah Abang.
Meski arus penumpang ramai, tidak terjadi antrean panjang di lorong tersebut. Namun, kepadatan sempat terjadi di peron jurusan Tanah Abang–Rangkasbitung sekitar pukul 07.05 WIB.
Petugas keamanan stasiun tampak mengatur arus penumpang agar tidak berhenti di tengah jalur.
"Jangan berhenti di tengah jalan ya, jangan berhenti di tengah jalan," tutur petugas.
Baca juga: Sore Pertama Ramadhan, Jalur Green Line Stasiun Tanah Abang Padat Penumpang
Sementara itu, di ujung barat peron 3 tampak Kevin (36) - bukan nama sebenarnya, sedang memeriksa tangga yang menghubungkan lantai dasar dengan lantai 2 Stasiun Tanah Abang.
Tangga itu berada di balik beton penyangga stasiun sehingga tampak tersembunyi.
"Mau cek saja, karena tangga itu kan sisi turunnya tidak boleh dilewati penumpang. Ada perbaikan. Kalau yang sisi naiknya boleh," kata Kevin ketika disapa Kompas.com.