BNPB Pastikan Penanganan Pascabencana di Kabupaten Tegal Berjalan Optimal

idxchannel.com
14 jam lalu
Cover Berita

BNPB memastikan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah tetap berjalan dengan optimal.

BNPB Pastikan Penanganan Pascabencana di Kabupaten Tegal Berjalan Optimal (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto memastikan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah tetap berjalan dengan optimal.

"Sesuai arahan Presiden untuk tetap memberikan langkah penanganan bencana dengan baik, terutama masa bulan puasa Ramadan. Kebutuhan dasar pengungsi harus segera dipenuhi," ujarnya melalui keterangannya, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga:
BBTN Kembali Gelar BTN RUN 2026, Bidik 7.600 Peserta

Menurutnya, BNPB memberikan sejumlah bantuan makanan dan peralatan yang dapat dimanfaatkan bagi para pengungsi dan pemerintah daerah setempat dalam melakukan upaya penanganan darurat bencana tanah bergerak. Selain itu, warga yang rumahnya rusak akan dibuatkan hunian sementara (huntara) hingga hunian tetap (huntap).

Dia menerangkan, guna mempercepat pembangunan huntara di tengah keterbatasan lahan, diusulkan kepada pemerintah daerah opsi agar warga dapat menentukan secara mandiri lokasi huntara sesuai dengan kemauan warga.

Baca Juga:
BI Kucurkan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Rp427,5 Triliun di Pekan Pertama Februari 2026

"Dibangun huntara sebanyak 900 unit, sementara telah disiapkan lahan untuk 500 unit. Huntara bisa dibangun mandiri, satu per satu per warga sehingga Kepala Desa diharapkan dapat menyiapkan lahannya," tuturnya.

Warga juga diberikan kebebasan untuk memilih tinggal di pengungsian, tinggal bersama di rumah kerabat atau mengontrak. 

Baca Juga:
Produksi U-Bolt Dimulai, Indospring (INDS) Bidik Ekspansi hingga Ekspor ke Timur Tengah

"Akan diberikan dana tunggu hunian sebesar Rp600 ribu per bulan per kepala keluarga bagi warga yang memilih tidak menempati pos pengungsian hingga huntara selesai dibangun," kata Suharyanto.

Selain huntara, pemerintah juga sedang menyiapkan pembangunan huntap. Seperti halnya huntara, warga dapat memilih lokasi huntap terpusat atau mandiri, yang penting lokasinya terbebas dari risiko bencana dan sesuai dengan kriteria yang ditentukan pemerintah.

Sebagai langkah dan antisipasi ke depannya, Kepala BNPB mengatakan akan bekerjasama lintas instansi untuk merelokasi warga yang ada di wilayah risiko bencana tanah bergerak.

"Huntap akan segera dibangun, bisa bersifat terpusat san mandiri. Jika ada warga yang ingin dibangunkan di luar Kabupaten Tegal pun tetap diizinkan. Salah satu solusinya harus relokasi, cari tempat baru yang aman dan relokasi. Tempat yang sudah terjadi bencana tanah bergerak dilakukan reboisasi dan tidak bisa ditempati manusia lagi," katanya.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkum Resmikan 3.442 Posbankum di NTT, Cakupan 100 Persen Desa dan Kelurahan Tercapai
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Curhat Diding Boneng Belum Dijenguk Rekan Film di Rumah Sakit: Kalau Anak-anak Teater Banyak
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Jumat 20 Februari 2026
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Warga Minta Lapangan Padel yang Bising di Cilandak Ditutup
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Dua Emak-Emak baku Hantam di Tempat Mencuci Pakaian di Pinggir Kali
• 6 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.