Lanjut Net Buy, Ini 10 Saham Pilihan Asing Kala IHSG Loyo

wartaekonomi.co.id
18 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Investor asing masih melakukan aksi beli meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup loyo pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026. Mengacu data RTI, IHSG ditutup turun 36,14 poin atau 0,43% ke level 8.274,08. 

Dari total saham yang diperdagangkan, 366 saham melemah, 326 saham menguat, dan 127 saham stagnan. Aktivitas pasar terbilang ramai dengan volume transaksi mencapai 53,13 miliar lembar saham dan frekuensi 3.325.657 kali, sementara nilai transaksi menyentuh Rp26,14 triliun.

Investor asing net buy Rp387,8 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, pembelian terbesar asing terjadi pada saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan nilai Rp249,95 miliar.

Sejalan dengan derasnya aksi beli tersebut, saham MBMA melonjak 15,29% dan ditutup di level Rp905. Asing juga mengakumulasi saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp172,96 miliar. Saham ANTM pun menguat 4,44% ke Rp4.230.

Baca Juga: Daftar Saham Korporasi AI 2026 yang Paling Dilirik Investor

Saham Pilihan Asing Kala IHSG Loyo

Berdasarkan data Stockbit, berikut saham pilihan asing saat IHSG melemah pada Kamis (19/2)! 

  1. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp249,95 miliar
  2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp172,96 miliar
  3. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp113,02 miliar
  4. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp103,59 miliar
  5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp93,21 miliar
  6. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp83,1 miliar
  7. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp75,87 miliar
  8. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp43,08 miliar
  9. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) Rp42,22 miliar
  10. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp41,23 miliar

Di sisi lain, tekanan jual terbesar asing terjadi pada saham perbankan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net sell paling besar mencapai Rp391,2 miliar.

Selanjutnya, asing juga melepas saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp222,82 miliar, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) sebesar Rp146,22 miliar, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp47,28 miliar serta PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Rp45,87 miliar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dokter Richard Lee Tidak Ditahan, tapi Wajib Lapor
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Neraca Pembayaran 2025 Alami Defisit Pertama dalam 7 Tahun, Inikah Sebabnya?
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
KAI Daop 1 Jakarta Evakuasi KA Bandara yang Tertemper Truk di Rawa Buaya
• 12 jam lalusuara.com
thumb
IHSG Dibuka Menguat ke 8.304 Usai Prabowo-Trump Teken Kesepakatan Dagang di AS
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Halte di Luar Jakarta Belum Lengkap, Pramono Jamin Transjabodetabek Tetap Jalan
• 4 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.