JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebanyak 3,67 juta kendaraan diproyeksikan keluar dari Jakarta selama masa Angkutan Lebaran 2026.
Lonjakan besar tersebut mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik.
“Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi dengan pergerakan masyarakat tertinggi secara nasional," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (20/2).
"Sebagian besar perjalanan mudik nasional berasal dari Jawa Barat dan DKI Jakarta, dengan tujuan favorit antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta,” tambahnya.
Baca Juga: Banten Jadi Kunci Arus Mudik Jawa–Sumatera, Ini Strategi Kemenhub Urai Kepadatan
Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, proyeksi lalu lintas keluar Jakarta melalui GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, dan GT Cikupa selama H-10 hingga H+11 mencapai 3,67 juta kendaraan.
Adapun puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3) dengan 259.000 kendaraan.
Sementara itu, proyeksi kendaraan masuk Jakarta selama periode yang sama mencapai 3,54 juta kendaraan, dengan puncak arus balik diperkirakan pada Senin, 24 Maret 2026 (H+3) sebanyak 285.000 kendaraan.
Dengan tingginya mobilitas tersebut, Menhub meminta Pemprov DKI Jakarta menyiapkan posko pelayanan dan monitoring Angkutan Lebaran 2026.
Termasuk memastikan kesiapan armada melalui ramp check di terminal Tipe A serta pemeriksaan kesehatan awak kendaraan.
Penulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya
Sumber :
- puncak arus mudik 2026
- mudik lebaran 2026
- menteri perhubungan
- dudy purwagandhi





