Indonesia Diminta Jadi Deputy Commander ISF, Prabowo: Kita Pilih Sosok Terbaik

bisnis.com
12 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia diminta untuk mengisi posisi Wakil Komandan atau Deputy Commander dalam International Security Force (ISF), yang dibahas dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian Internasional atau Board of Peace (BoP), Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Saat ditanya awak media mengenai penunjukan tersebut, Prabowo membenarkan adanya permintaan kepada Indonesia.

“Ya, mereka minta kita jadi Deputy Commander,” ujar Prabowo singkat.

Terkait strategi Indonesia dalam menyambut penunjukan itu, Prabowo merespons santai.

“Strategi? Strategi apa?” katanya sambil tersenyum menanggapi pertanyaan wartawan.

Ketika kembali ditanya mengenai langkah konkret setelah dipilih menjadi Wakil Komandan ISF, Prabowo menegaskan pemerintah akan menyiapkan sosok yang tepat.

Baca Juga

  • Prabowo Kantongi Rp650 Triliun dari Freeport hingga Halliburton
  • Prabowo Hadiri Pertemuan Perdana BoP Trump untuk Palestina, Israel Diwakili Menlu
  • Prabowo Hadiri KTT Perdana Board of Peace, Tegaskan Komitmen untuk Gaza

“Ya dipilih, kita cari yang bagus. Oke, terima kasih,” ucapnya mengakhiri sesi wawancara.

Peran Strategis Indonesia

Penunjukan Indonesia sebagai Deputy Commander ISF menandai meningkatnya kepercayaan komunitas internasional terhadap peran dan profesionalisme Indonesia dalam misi perdamaian global.

Sebelumnya, Mayor Jenderal Amerika Serikat Jasper Jeffers mengumumkan komitmen sejumlah negara untuk mengirimkan pasukan dalam International Stabilization Force (ISF) bagi perdamaian Palestina. Komitmen itu disampaikan dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian Internasional atau Board of Peace (BoP) yang digelar di Washington D.C., Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

Dalam pernyataannya, Jeffers menyampaikan bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengerahkan pasukan militer guna menjaga implementasi gencatan senjata dan stabilitas jangka panjang di Gaza, Palestina.

“Saya dengan sangat senang mengumumkan hari ini bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengirimkan pasukan untuk bertugas dalam International Stabilization Force yaitu Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. [Sedangkan] Mesir dan Yordania berkomitmen mengirimkan polisi terlatih,” ujar Jeffers.

Jeffers juga menegaskan bahwa Indonesia menerima posisi strategis sebagai Wakil Komandan ISF dalam misi stabilisasi internasional di Gaza. “Indonesia telah menerima tugas sebagai wakil komandan ISF,” pungkas Jeffers.

Pasukan Indonesia

Dalam agenda yang sama, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kesiapan Indonesia untuk mengerahkan hingga 8.000 personel guna mendukung misi Pasukan Stabilisasi Internasional dalam menjaga perdamaian di Gaza.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pidato singkat pada pertemuan perdana Dewan Perdamaian Internasional atau Board of Peace (BoP) di Washington D.C., Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

“Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan. Kami siap mengerahkan pasukan untuk mengambil bagian secara aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional demi mewujudkan perdamaian ini,” tegasnya.

Komitmen tersebut menunjukkan kesiapan Indonesia untuk berperan langsung dalam menjaga keamanan, mendukung distribusi bantuan kemanusiaan, serta memastikan implementasi gencatan senjata berjalan efektif.

Prabowo juga memuji capaian gencatan senjata yang telah terwujud, menyebutnya sebagai langkah nyata menuju perdamaian yang lebih luas. “Pencapaian gencatan senjata ini adalah nyata. Kami memuji hal ini,” ujarnya.

Dalam sambutannya di hadapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para delegasi, Prabowo menyatakan Indonesia sepenuhnya mendukung rencana perdamaian yang diusung Trump serta berkomitmen terhadap keberhasilan Board of Peace.

“Indonesia sejak hari pertama kami mempelajari rencana 20 poin Presiden Trump, kami sepenuhnya setuju dan kami berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Itulah sebabnya kami bergabung dengan Board of Peace. Kami berkomitmen atas keberhasilannya,” tuturnya.

Dia menambahkan bahwa komunitas internasional harus bersatu untuk mencapai solusi damai yang langgeng bagi Palestina, khususnya di Gaza. Prabowo mengakui bahwa proses menuju perdamaian di Palestina tidak akan mudah dan akan diwarnai berbagai rintangan.

Namun, dia menegaskan optimisme Indonesia terhadap kepemimpinan dan kerja sama internasional dalam mewujudkan perdamaian yang nyata.

“Kami tahu akan ada banyak rintangan dan kesulitan, tetapi kami sangat optimistis dengan kepemimpinan Presiden Trump. Visi perdamaian nyata ini akan tercapai. Akan ada masalah, tetapi kita akan menang,” tandas Prabowo.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Paket Hidangan Berkah Ramadan Disalurkan ke Panti Asuhan Hingga Musala
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Pleidoi Anak Riza Chalid Sebut Tuntutan Jaksa Hanya Mengulang Surat Dakwaan
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Sahur on The Road di Kampung Budaya Polowijen, Ada Patrol dan Tari Topeng
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo dan AS Capai Kesepakatan Solid, Perjanjian Tarif Resiprokal Segera Ditandatangani
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Uang Rp700 Ribu Dicuri, Nenek Atnah Penjual Nasi Uduk Sudah Ikhlas dan Siap Jualan Lagi
• 2 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.