TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Banjir merendam Jalan Ceger Raya, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), pada Jumat (20/2/2026) pagi.
Banjir setinggi 30 hingga 60 sentimeter membuat akses dari Pondok Aren menuju Jakarta terputus, begitu pula sebaliknya.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, air menutup seluruh badan jalan. Sejumlah sepeda motor yang nekat melintas mogok di tengah genangan, sementara pengendara mobil memilih memutar arah.
Baca juga: Titik Banjir di Jakarta Makin Banyak, 61 RT dan 6 Ruas Jalan Tergenang
Arus lalu lintas dari arah Pondok Aren menuju perbatasan Jakarta lumpuh. Kendaraan menumpuk di sisi jalan yang lebih tinggi sambil menunggu air surut.
Salah satu pengendara sepeda motor, Rudi (34), mengaku terpaksa membatalkan perjalanannya ke Jakarta karena khawatir kendaraannya mogok.
“Saya mau berangkat kerja ke Jakarta, tapi airnya tinggi sekali. Jadi saya putar balik, takut mogok,” ujar Rudi di lokasi.
Beberapa warga terlihat membantu pengendara mendorong motor yang mati mesin. BPBD juga menyiapkan perahu karet untuk membantu warga yang hendak melintas di titik terdampak.
Menurut warga sekitar, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Tangsel sejak Kamis (19/2/2026) malam hingga Jumat dini hari.
“Dari jam 02.00 WIB air sudah mulai naik. Biasanya cepat surut, tapi sekarang lumayan lama,” kata Siti (45), warga Pondok Aren.
Petugas dari BPBD Tangsel tampak berada di lokasi untuk melakukan penanganan awal, termasuk mengoperasikan mesin pompa guna mempercepat penyusutan air.
Baca juga: Sejumlah Layanan Transjakarta Tak Beroperasi dan Dialihkan Imbas Banjir
10 titik tergenang, 645 keluarga terdampak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel mencatat sedikitnya 10 titik banjir di sejumlah wilayah kota tersebut pada Jumat pagi.
Penata Pelayanan Operasional Danton BPBD Tangsel Dian Wiryawan mengatakan, banjir mulai terjadi sekitar pukul 03.45 WIB.
"Waktu awal kejadian sekitar pukul 03.45 WIB. Update data kami per pukul 06.20 WIB terdapat 10 titik genangan di beberapa wilayah," kata Dian saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.
Menurut Dian, banjir di 10 titik tersebut berdampak pada 645 kepala keluarga (KK) yang tersebar di Kecamatan Pondok Aren, Ciputat Timur, dan Ciputat.