Harga Tahu Tempe Stabil Berkat Tarif Nol RI-AS

tvrinews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Washington DC

Pemerintah hapus bea masuk kedelai dan gandum asal Amerika untuk tekan biaya produksi pangan.

Indonesia dan Amerika Serikat resmi menyepakati penghapusan tarif bea masuk hingga nol persen untuk sejumlah komoditas strategis. 

Kerja sama diplomatik ini merupakan bagian dari penguatan kemitraan dagang bilateral guna mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara di tengah dinamika pasar global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa kesepakatan ini mencakup berbagai sektor unggulan Indonesia, mulai dari komoditas alam hingga industri manufaktur teknologi tinggi.

"Amerika Serikat dan Indonesia telah mencapai kesepakatan untuk memberlakukan tarif nol persen pada beberapa produk unggulan kedua negara," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Washington, Jumat 20 Februari 2026.

Akses Pasar dan Keamanan Kerja

Sejumlah komoditas ekspor utama Indonesia yang kini bebas tarif masuk ke pasar Negeri Paman Sam meliputi:

•    Minyak sawit, kakao, rempah-rempah, dan karet.

•    Komponen elektronik dan semikonduktor.

•    Suku cadang industri penerbangan.

Secara khusus, Airlangga menyoroti sektor tekstil dan pakaian jadi (apparel) yang akan menggunakan mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ). Kebijakan ini diprediksi membawa dampak sosial-ekonomi yang signifikan bagi domestik.

"Kebijakan ini memberikan manfaat langsung bagi empat juta pekerja di sektor tekstil. Jika dikalkulasi dengan anggota keluarga mereka, kerja sama ini berdampak positif pada sekitar 20 juta warga Indonesia," tambah Airlangga.

Timbal Balik Bahan Pangan

Sebagai bagian dari komitmen timbal balik, Indonesia juga menghapuskan tarif impor untuk produk pertanian asal Amerika Serikat, terutama gandum dan kedelai. 

Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga pangan pokok di dalam negeri yang sangat bergantung pada kedua komoditas tersebut.

Airlangga menjelaskan bahwa penghapusan tarif ini bertujuan untuk menekan biaya produksi industri makanan olahan sehingga beban konsumen tidak meningkat.

"Masyarakat akan menikmati harga yang lebih stabil untuk produk turunan gandum dan kedelai, seperti mie instan, tahu, dan tempe. Tidak ada biaya tambahan untuk bahan baku yang didatangkan dari AS," jelasnya.

Kesepakatan ini menandai babak baru hubungan ekonomi Jakarta dan Washington, yang diharapkan dapat meningkatkan volume perdagangan bilateral secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalur Poris Normal Kembali, KRL Bandara Soetta Beroperasi Dua Arah
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BEI Melaporkan 894 Emiten Telah Memenuhi Ketentuan Free Float per Desember 2025
• 13 jam lalupantau.com
thumb
RI-AS Sepakati Komitmen Kerja Sama Rp649,42 Triliun, dari Agro hingga Manufaktur
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kereta Bandara Soekarno-Hatta Tertemper Truk, Penumpang Dapat Refund Tiket 100 Persen
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Natuna Kirim 34,35 Kilogram Sirip Hiu ke Surabaya, Nilainya Capai Rp37,8 Juta
• 12 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.