Batam (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyiapkan 1.586 ton beras bantuan pangan, beserta komoditas minyak goreng, untuk disalurkan kepada masyarakat penerima selama periode bulan Ramadhan 1447 H.
Kepala Cabang Bulog Batam Guido XL Pereira mengatakan program ini merupakan penugasan pemerintah kepada Bulog dengan data penerima bersumber dari Kementerian Sosial RI melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Setiap penerima mendapatkan total 20 kilogram beras untuk dua bulan alokasi serta 2 liter minyak goreng untuk alokasi bantuan Februari-Maret ini,” ujar Guido dihubungi di Batam, Jumat.
Ia mengatakan penyaluran akan dimulai pada awal Maret, dengan alokasi per bulan 10 kilogram beras, maka setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) menerima total 20 kilogram beras.
Baca juga: Bulog Batam: Stok beras dan Minyakita terjaga jelang Imlek-Idul Fitri
Baca juga: Bulog sebut 4 kabupaten Kepri disiapkan untuk bangun gudang logistik
Di wilayah kerja Bulog Batam, jumlah penerima bantuan tercatat sebanyak 79.301 PBP, terdiri dari 59.066 penerima di Kota Batam dan 20.235 penerima di Kabupaten Karimun.
“Totalnya sekitar 1.586 ton beras untuk dua bulan alokasi,” katanya.
Selain bantuan pangan, Bulog Batam juga menjamin ketersediaan stok beras di wilayah Batam dan Karimun dalam kondisi aman selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Saat ini, stok beras medium di gudang Batam tercatat sebanyak 2.763 ton dan beras premium 10 ton. Sementara di gudang Karimun tersedia 397 ton beras medium,” katanya.
Berdasarkan data tersebut, Batam memiliki kecukupan beras untuk enam bulan dan Karimun untuk lebih dari sebulan.
Untuk memperkuat cadangan, Bulog Batam juga menambah pasokan yang sedang dalam perjalanan, yakni 1.150 ton beras medium menuju Batam, 1.000 ton beras premium ke Batam, serta 250 ton beras premium ke Karimun.
“Stok aman. Kami pastikan kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan tetap terpenuhi,” katanya.
Guido juga mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pengecekan harga di pasar tradisional bersama Tim Saber Provinsi Kepri di Kabupaten Karimun.
“Ada pengecekan stok di gudang, dan juga mengecek jika ada pedagang yang menjual beras di atas HET (Harga Eceran Tertinggi),” kata dia.
Baca juga: Bulog Batam pastikan stok beras SPHP terjaga hingga 4 bulan ke depan
Baca juga: Bulog kirim 48 ton beras premium ke Batam-Karimun, cegah impor ilegal
Kepala Cabang Bulog Batam Guido XL Pereira mengatakan program ini merupakan penugasan pemerintah kepada Bulog dengan data penerima bersumber dari Kementerian Sosial RI melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Setiap penerima mendapatkan total 20 kilogram beras untuk dua bulan alokasi serta 2 liter minyak goreng untuk alokasi bantuan Februari-Maret ini,” ujar Guido dihubungi di Batam, Jumat.
Ia mengatakan penyaluran akan dimulai pada awal Maret, dengan alokasi per bulan 10 kilogram beras, maka setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) menerima total 20 kilogram beras.
Baca juga: Bulog Batam: Stok beras dan Minyakita terjaga jelang Imlek-Idul Fitri
Baca juga: Bulog sebut 4 kabupaten Kepri disiapkan untuk bangun gudang logistik
Di wilayah kerja Bulog Batam, jumlah penerima bantuan tercatat sebanyak 79.301 PBP, terdiri dari 59.066 penerima di Kota Batam dan 20.235 penerima di Kabupaten Karimun.
“Totalnya sekitar 1.586 ton beras untuk dua bulan alokasi,” katanya.
Selain bantuan pangan, Bulog Batam juga menjamin ketersediaan stok beras di wilayah Batam dan Karimun dalam kondisi aman selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
“Saat ini, stok beras medium di gudang Batam tercatat sebanyak 2.763 ton dan beras premium 10 ton. Sementara di gudang Karimun tersedia 397 ton beras medium,” katanya.
Berdasarkan data tersebut, Batam memiliki kecukupan beras untuk enam bulan dan Karimun untuk lebih dari sebulan.
Untuk memperkuat cadangan, Bulog Batam juga menambah pasokan yang sedang dalam perjalanan, yakni 1.150 ton beras medium menuju Batam, 1.000 ton beras premium ke Batam, serta 250 ton beras premium ke Karimun.
“Stok aman. Kami pastikan kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan tetap terpenuhi,” katanya.
Guido juga mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pengecekan harga di pasar tradisional bersama Tim Saber Provinsi Kepri di Kabupaten Karimun.
“Ada pengecekan stok di gudang, dan juga mengecek jika ada pedagang yang menjual beras di atas HET (Harga Eceran Tertinggi),” kata dia.
Baca juga: Bulog Batam pastikan stok beras SPHP terjaga hingga 4 bulan ke depan
Baca juga: Bulog kirim 48 ton beras premium ke Batam-Karimun, cegah impor ilegal





