JAKARTA, KOMPAS.com - Komandan International Stabilization Force (ISF) Mayor Jenderal Jasper Jeffers III mengungkapkan, Indonesia telah bersedia menjadi Wakil Komandan untuk Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF) di Gaza, Palestina.
Hal ini diumumkannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) di Donald J. Trump US Institute of Peace di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
“Saya juga ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF,” kata Jeffers, Kamis, dikutip dari tayangan Kompas TV.
Baca juga: Eksperimen ISF di Gaza: Melampaui Bayang-bayang PBB yang Sekarat
Indonesia tercatat sebagai satu dari lima negara yang menyatakan komitmen untuk mengirimkan pasukan guna bergabung dalam ISF.
Selain itu, dua negara lain yakni Mesir dan Yordania menyatakan kesiapan untuk berkontribusi melalui pelatihan kepolisian.
“Saya sangat senang mengumumkan hari ini bahwa lima negara pertama telah berkomitmen mengirim pasukan untuk bertugas di ISF: Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania,” kata Jeffers.
Baca juga: Mengenal ISF, Indonesia Jadi Wakil Komandan dan Siapkan 8.000 Prajurit ke Gaza
Jeffers menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir pihaknya telah menurunkan tim pakar militer Amerika Serikat ke lapangan untuk menyiapkan infrastruktur pendukung operasional ISF.
Tim tersebut saat ini telah beroperasi dari pusat operasi gabungan yang diproyeksikan menjadi markas besar seluruh kekuatan ISF.
Sesuai rencana, ISF akan ditempatkan di lima sektor berbeda, dengan masing-masing sektor diisi satu brigade pasukan ISF.
“Dalam jangka pendek, kami berencana untuk mengerahkan ke sektor Rafah terlebih dahulu, selain pelatihan polisi. Tujuan jangka menengah adalah untuk terus memperluas, sektor demi sektor, semuanya menuju target jangka panjang kami yaitu 12.000 polisi dan 20.000 tentara ISF,” ujar Jeffers.
Baca juga: Prabowo Sebut Pengiriman Pasukan Perdamaian ISF Dalam 2 Bulan ke Depan
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat stabilitas keamanan di Gaza.
“Dengan langkah-langkah pertama ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza untuk masa depan kemakmuran dan perdamaian abadi,” kata Jeffers.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




