Warga yang Bertetangga dengan Lapangan Padel di Haji Nawi kini Tidur Nyenyak

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Sejumlah warga di Haji Nawi Gandaria Selatan, Jakarta Selatan mengeluhkan suara bising dari lapangan padel yang berada dekat dengan lingkungan rumah mereka.

Kelurahan Gandaria Selatan pun mengadakan mediasi untuk mencari titik tengah.

Mediasi yang digelar pada Kamis (19/2) kemarin itu pun mewajibkan lapangan padel bernama Fouthwall Padel itu untuk memasang dinding soundproof dan mengurangi jam operasional. Warga masih kurang puas akan hasil mediasi itu, namun akan mengawasi janji-janji pengelola terlebih dahulu.

Salah satu penggerak warga, Idham pun bercerita bagaimana kondisi terbaru kebisingan lapangan padel itu usai mediasi. Katanya, ia bisa tidur nyenyak karena tak terdengar ada yang main.

“Alhamdulillah (tidur nyenyak) nih, semenjak dieskalasi dan beredar di socmed secara masif ya, kayak jam operasional dari mereka tuh, maksudnya bukan jam operasional sih, lebih kayaknya orang-orang yang bermain di mereka tuh langsung berkurang gitu loh. Kita tuh merasakan terakhir itu di tanggal 18 Februari dari jam 6.30 sampai jam 10.00 (malam),” ucap Idham, Kamis (20/2).

“Dalam rentang waktu itu tidak ada yang main sama sekali. Sampai hari ini, sampai pagi ini malah,” tambahnya.

Idham tak tahu apakah operasional dari Fourthwall tengah dihentikan sementara atau bagaimana.

“Kalau misalkan aku lihat di Google Maps sih, operasional tetap terbuka ya. Soalnya kan bisa kelihatan ya, biasanya kalau misalkan apakah si Fourthwall Padel ini tutup atau nggak, atau memang dia adjust working hour kan bisa kelihatan di Google Maps atau di WhatsApp. Aku lihat sih masih open sih,” ucap Idham.

Meski begitu, Idham menyebut masih tidak puas dengan hasil mediasi kemarin karena mereka menuntut penghentian total operasional Fourthwall Padel dan pemberian izinnya diaudit.

Namun, mereka akan terus mengawal hasil mediasi kemarin sebagai bahan dari mediasi-mediasi berikutnya.

“Karena kan sebenarnya tuntutan kami yang utama kan masih belum dipenuhi karena kan itu adalah jalan tengah dari mediasi yang diharapkan,” ucap Idham.

“Cuma menurut kami akhir mediasi itu juga tidak menyelesaikan tuntutan jadi tetap akan kita kawal, tetap akan kita lakukan pengawasan juga ketika ada hal-hal yang kami duga tetap melanggar hak kualitas hidup kami maka kami akan tetap bersuara sih,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tuntutan Rp13,4 Triliun Tak Berdasar? Kerry Adrianto Ungkap Kejanggalan di Persidangan
• 1 jam lalusuara.com
thumb
Cerita Warga Berburu Takjil di Kampung Jawa, Bali
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Airlangga Beberkan Isi Kesepakatan Prabowo-Trump Soal Tarif Resiprokal Indonesia-AS
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Pantang Menyerah! Inter Milan Siap Buka Kembali Negosiasi untuk Boyong Manu Kone dari AS Roma di Bursa Transfer Musim Panas
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Militer Iran dan Rusia Kompak Gelar Latihan Perang, Kode Keras ke AS?
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.