Pendakwah Pipik Dian Irawati atau yang akrab disapa Umi Pipik membagikan caranya menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Sebagai seorang ibu, Umi Pipik kini memilih lebih banyak menghabiskan waktu di dapur untuk menyiapkan menu sahur dan berbuka bagi keluarga.
Untuk urusan menu, Umi Pipik mengatakan selera makan anak-anaknya mirip dengan mendiang suaminya, Ustaz Jefri Al Buchori. Hal itu pula yang membuatnya semakin bersemangat turun langsung menyiapkan hidangan.
“Kalau anak-anak memang sama kayak Uje, enggak bisa pedas. Jadi ya sudah bikinnya yang manis-manis saja. Anak-anak saya kan simpel orangnya,” ujar Umi Pipik saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, belum lama ini.
Ia menegaskan bahwa menyiapkan makanan untuk sahur dan berbuka sudah menjadi rutinitas yang selalu ia lakukan setiap Ramadan.
“Iya, harus (turun ke dapur). Selalu. Sahur sama buka tuh pasti,” lanjutnya.
Umi Pipik Akan Tetap Aktif BerdakwahTerkait pekerjaan selama Ramadan, Umi Pipik mengaku tidak membatasi aktivitasnya. Ia tetap menerima jadwal dakwah, meski berusaha mengatur waktu agar bisa berkumpul bersama keluarga saat berbuka puasa.
Ramadan tahun ini juga terasa lebih spesial karena kehadiran cucu pertamanya, buah hati dari Adiba Khanza dan Egy Maulana Vikri.
“Pekerjaan tetap ada, tapi mungkin pagi. Kalau sore harus balik ke rumah, biasa buka sama anak-anak. Apalagi sekarang ada cucu, jadi makin spesial, makin ramai,” ungkapnya.
Selain menyiapkan menu makanan, Umi Pipik menilai persiapan mental juga menjadi hal krusial dalam menyambut Ramadan. Menurutnya, kebahagiaan hati dapat memengaruhi kelancaran ibadah selama bulan suci.
“Seorang muslim kalau enggak bahagia menyambut Ramadan harus ditanyakan hatinya. Kenapa harus bahagia? Karena ketika Ramadan pintu surga dibuka. Ini kesempatan kita semua. Kita belum tentu masuk surga, makanya Allah kasih Ramadan satu bulan buat kita mengejar surga,” jelasnya.
“Pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu. Jadi kita harus bahagia. Lebih siapkan hati,” pungkasnya.




