Orang Indonesia Berisiko Alami Hiperpigmentasi, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Surabaya, VIVA – Berbagai kajian kesehatan dan dermatologi di Indonesia menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memiliki risiko lebih tinggi mengalami hiperpigmentasi, yaitu kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bercak gelap atau warna kulit yang tidak merata akibat produksi melanin berlebih.

Paparan sinar ultraviolet yang intens sepanjang tahun, iklim tropis, serta karakteristik kulit Asia yang cenderung memiliki lebih banyak melanin dibanding Caucasian membuat terjadinya flek hitam, bekas jerawat, dan noda kecoklatan lebih mudah muncul. Scroll lebih lanjut yuk!

Baca Juga :
Tips Atasi Kulit Haus Selama Puasa, Gak Bakal Kering dan Tetap Terhidrasi
Mengintip Tren Kecantikan di Indonesia Timur, Sorong Diam-diam Jadi Kota Beauty Baru

Hiperpigmentasi tidak hanya dipicu oleh paparan sinar matahari, namun juga dapat disebabkan oleh perubahan hormonal, proses inflamasi, serta suatu trauma atau luka yang pada akhirnya menyebabkan timbulnya bercak kecoklatan bahkan abu kehitaman. Problem ini tidak hanya mempengaruhi tampilan kulit tetapi juga berdampak pada rasa percaya diri seseorang.

Secara klinis, hiperpigmentasi dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari warna kulit yang tampak kusam dan tidak merata, bekas jerawat yang menggelap, hingga melasma yang dipengaruhi faktor hormonal dan proses penuaan. 

Kondisi ini sering kali memburuk tanpa perlindungan kulit yang optimal, seperti penggunaan tabir surya dan perawatan yang sesuai dengan jenis serta kebutuhan kulit.

Menjawab kompleksitas hiperpigmentasi, kombinasi perawatan berbasis peeling, laser, dan teknologi energi, dilakukan tidak hanya berfokus pada mencerahkan kulit, tetapi juga pada perbaikan kualitas kulit secara menyeluruh, termasuk regenerasi sel kulit, keseimbangan hidrasi, serta peningkatan tekstur dan elastisitas kulit.

Dengan pendekatan berbasis customer-centric dan solution-first, ada tiga isu pokok hiperpigmentasi berdasarkan skin issues atau cases sehingga treatment medis yang diberikan tepat untuk penanganan setiap karakter dari hiperpigmentasi yang terjadi:

1. Kasus warna kulit tidak merata dan kulit tampak menggelap

Dari sisi medis, direkomendasikan treatment Miracle White Peel dengan bahan aktif Lactic Acid 30% diformulasikan secara khusus untuk membantu mencerahkan kulit, memudarkan hiperpigmentasi, sekaligus memperbaiki tekstur kulit pada area wajah, leher, hingga ketiak. Ada juga Miracle Pico Glow Toning, menggunakan energi laser picosecond dengan tembakan ultra cepat, untuk mengurangi akumulasi pigmen pada permukaan kulit yang menyebabkan tampilan kulit menjadi kusam dan warna kulit tidak merata.

Baca Juga :
Manfaat Serum yang Sering Diremehkan, Padahal Bisa Jadi Kunci Kulit Sehat
Mengenal Peran Kolagen dalam Menghambat Tanda Penuaan Kulit
Jangan Lengah! Proses Penuaan Kulit Terjadi Sejak Usia 30 Tahun, Ini yang Harus Dilakukan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penumpang KA Bandara Soetta Bisa Refund Tiket 100 Persen Imbas Insiden Tertemper Truk
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Gulai Kambing yang Dirindu di Masjid Gedhe Kauman
• 22 jam lalukompas.id
thumb
Prabowo Setujui Penambahan 70 Ribu Polisi Kehutanan untuk Kawasan Hutan Nasional
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Revitalisasi Taman Semanggi Dimulai, Pramono Target Rampung Jelang HUT ke-500 Jakarta
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Prediksi Pemain Lille vs Red Star Belgrade, Tayang Jam Berapa, Live Streaming di Mana?
• 19 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.