Studi: Diabetes Tak Tertangani Bisa Picu Infeksi Bakteri di Buah Zakar

suarasurabaya.net
9 jam lalu
Cover Berita

Diabetes yang tidak tertangani dengan baik bisa memicu infeksi bakteri yang menyerang buah zakar. Hal itu disampaikan dr. Yufi Aulia Azmi, dokter spesialis urologi alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) yang dalam penelitiannya menyebut bahwa penyakit itu termasuk fournier’s gangrene.

Fournier gangrene sendiri adalah infeksi bakteri langka dan agresif pada jaringan lunak di area genital, perineum, atau perianal, yang menyebabkan kematian jaringan (nekrosis) secara cepat.

Dokter Yufi menjelaskan, tanda pasien yang mengalami gangguan ini, buah zakarnya akan membengkak disertai kulit bagian itu menghitam. Gejala lainnya, biasanya disertai demam dan menimbulkan bau tidak sedap.

Kasus yang banyak terjadi, pasien salah diagnosa di fasilitas kesehatan tingkat pertama, lalu baru dirujuk ke rumah sakit saat kondisinya sudah tidak bisa ditangani.

“Pasien banyak dirujuk ke rumah sakit karena sudah tidak bisa ditangani. Biasanya fakses pertama salah diagnosa sehingga menyebabkan abses pada buah zakar. Kadang pasien memberi terapi oles-oles sehingga bertambah parah kondisinya,” tuturnya.

Adapun pasien penderita Fournier’s Gangrene itu biasanya memiliki riwayat penyakit diabetes yang tidak tertangani dengan baik. “Sehingga muncul komplikasi akibat infeksi di buah zakar. Sehingga mudah terserang bakteri,” katanya lagi.

Sementara pemicu infeksi ini, menurut dr. Yufi, bisa juga karena penggunaan obat diabetes. “Bisa juga karena kurang menjaga kebersihan di sekitar kelamin,” ungkapnya.

Karenanya, ia mendorong pentingnya faskes tingkat pertama menegakkan diagnosa dengan baik demi menghindari salah penanganan.

“Kita harus bisa menegakkan diagnosa dengan baik agar tidak salah penanganan. Terutama di faskes tingkat pertama,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kasus-kasus itu merupakan hasil disertasinya tentang fournier’s gangrene. Penelitian dilakukan terhadap sampel 185 pasien selama 12 tahun sejak 2012 hingga 2024.

Sehingga Dokter Yufi yang merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, meraih gelar doktor (PhD) dari Department of Health Sciences, University of Groningen, melalui University Medical Center Groningen, Belanda.

“Saya lakukan studi kasus ini mulai dari diagnosa, tata laksana, perawatan operasi hingga biaya yang dibutuhkan,” tandasnya. (lta/bil/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS Cabut Pasal-pasal Non-Ekonomi dalam Kesepakatan Tarif dengan Indonesia
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Imsakiyah di Kabupaten Bekasi Sabtu, 21 Februari 2026
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Dino Patti Djalal Minta Pemerintah Beri Penjelasan, Pasukan Perdamaian Gaza Pakai Helm Biru Tidak?
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Pemkot Surabaya Komitmen Perbaiki Laporan Jalan Berlubang 1×24 Jam, Siapkan 60 Ton Hotmix Tiap Hari
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Presiden Prabowo di Hadapan Trump: Indonesia Komitmen Wujudkan Damai Palestina
• 18 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.