- Indonesia menyiapkan 8.000 personel untuk misi stabilisasi Gaza dan akan menjabat sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF).
- Mantan Wamenlu Dino Patti Djalal meminta kejelasan pemerintah mengenai penggunaan helm biru untuk pasukan perdamaian Indonesia di Gaza.
- Pengiriman awal kelompok pasukan advance Indonesia ke Gaza diperkirakan dapat dilaksanakan dalam kurun waktu satu hingga dua bulan ke depan.
Suara.com - Indonesia menyiapkan 8.000 personel untuk dikirim ke Gaza sebagai pasukan perdamaian. Indonesia bahkan mendapat posisi sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) atau pasukan stabilisasi Gaza.
Menanggapi kesiapan Indonesia mengirim personel ke Palestina, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menilai pemerintah perlu menjelaskan mengenai penggunaan helm biru bagi pasukan perdamaian. Mengingat helm biru digunakan pasukan perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Saya berpandangan perlu ada kejelasan dari Pemerintah apakah pasukan perdamaian di Gaza akan menggunakan helmet biru (blue helmet) sebagmana biasanya pasukan perdamaian PBB," kata Dino dalam unggahannya di akun X @dinopattidjalal, dikutip Jumat (20/2/2026).
Menurut Dino, pemerintah perlu menjelaskan bila ke depan, pasukan perdamaian asal Indonesia di Gaza tidak menggunakan helm biru.
"Kalau tidak, ini berarti pertama kalinya pasukan perdamaian tidak menggunakan blue helmets, dan perlu dijelaskan kepada publik kenapa," tulis Dino.
Sebelumnya, terkait waktu pengiriman pasukan perdamaian, Prabowo menyebut bahwa kemungkinan pengiriman kelompok awal dapat dilakukan dalam waktu dekat.
“Mungkin, ya kelompok-kelompok advance, mungkin tidak lama lah, mungkin 1-2 bulan ini,” ujar Prabowo.
Prabowo sekaligus mengonfirmasi bahwa Indonesia diminta untuk mengisi posisi Wakil Komandan dalam struktur misi tersebut.
“Ya, mereka minta kita jadi Deputy Commander,” kata Prabowo.
Baca Juga: TNI Mulai Latih Prajurit untuk Pasukan Perdamaian Gaza
Sementara itu dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Kamis (19/2), Prabowo menegaskan komitmen Indonesia melalui keikutsertaannya di Dewan Perdamaian untuk turut mengirimkan pasukan perdamaian.
"Oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan," kata Prabowo.
"Kami siap mengerahkan pasukan untuk mengambil bagian secara aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional demi mewujudkan perdamaian ini," sambung Prabowo.
Diketahui, Indonesia akan menjadi Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) atau pasukan stabilisasi Gaza, sebagaimana disampaikan langsung oleh Komandan ISF, Mayor Jenderal Jasper Jeffers dalam pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington DC, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Selain Indonesia, bergabung dalam ISF yang bertujuan menciptakam perdamaian di Gaza, di antaranya Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, dan Yordania.
"Saya ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF. Dengan langkah-langkah awal ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza demi kemakmuran masa depan dan perdamaian yang langgeng," kata Jasper.
Jasper menyampaikan ISF akan fokus untuk menstabilkan keadaan di Gaza sehingga memungkinkan pemerintahan sipil berjalan.
Bukan konfrontasi, keberadaan ISF di Gaza untuk menjalankan mandat untuk mengawasi gencatan senjata dan stabilitas keamanan.
Indonesia diketahui bakal mengirimkan 8.000 personel TNI sebagai bagian dari ISF di Gaza. Pasukan TNI yang berpartisipasi dalam ISF akan ditugaskan untuk misi non-tempur, kemanusiaan, medis, dan rekonstruksi.




