Jakarta, ERANASIONAL.COM — Indonesia resmi ditunjuk sebagai Wakil Komandan Internasional Stabilization Force (ISF)– pasukan internasional yang bertugas menjaga stabilitas keamanan di wilayah Gaza, Palestina.
Penunjukan ini diumukan oleh Mayor Jenderal Amerika Serikat, Jasper Jeffers dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian Internasional atau Board of Peace (BoP) yang diinisiasi Presiden Donald Trump di Washington DC, Kamis (19/2/2016).
ISF dibentuk untuk menjaga perdamaian di Gaza, Palestina, dengan mandat mengawasi gencatan senjata dan stabilitas keamanan.
Dalam pernyataanya, Jeffers menyebut Indonesia adalah satu dari lima negara yang paling pertama berkomitmen mengirim pasukan militer ke Gaza dalam kerangka ISF ini.
“Saya ingin mengumumkan bahwa saya telah menawarkan, dan Indonesia telah menerima, posisi Wakil Komandan untuk ISF. Dengan langkah awal ini, kita akan membantu menghadirkan keamanan yang dibutuhkan Gaza demi kemakmuran masa depan dan perdamaian yang langgeng,” kata Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers, kepada media.
Jeffers juga menegaskan bahwa Indonesia menerima posisi strategis sebagai Deputy Commander atau Wakil Komandan ISF, menandai peran penting negara tersebut dalam struktur komando misi stabilisasi internasional.
“Indonesia telah diterima sebagai Wakil Komandan dari ISF,” tandasnya.
Komitmen Indonesia di Gaza
Komitmen Indonesia untuk menjaga perdamaian di Gaza tidak hanya merupakan wujud kepedulian terhadap situasi yang terjadi di wilayah tersebut, tetapi juga menunjukkan posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam diplomasi internasional dan misi kemanusiaan.
Indonesia siap menjamin bahwa kehadiran pasukannya di Gaza akan berfokus pada misi kemanusiaan dan stabilisasi, bukan misi konfrontatif. Hal ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman global tentang kontribusi Indonesia dalam upaya menciptakan perdamaian yang berkepanjangan di wilayah konflik.
Indonesia akan mengirimkan 8.000 personel TNI ke Gaza. Pasukan ini akan bertugas dalam misi non-tempur, meliputi operasi kemanusiaan, medis, serta rekonstruksi infrastruktur.
ISF juga melibatkan negara lain seperti Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, dan Yordania. Kehadiran pasukan multinasional ini diharapkan mampu menciptakan kondisi stabil agar pemerintahan sipil di Gaza dapat berjalan dengan baik.





