Kafe di Jaksel Ini Tak Hanya Rekrut Barista Down Syndrome, tapi Juga Dwarfisme

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kafe Kopi Kamu yang selama ini dikenal mempekerjakan barista penyandang down syndrome kini memperluas komitmen inklusinya.

Manajemen Kopi Kamu di Jakarta Selatan mulai merekrut karyawan disabilitas lain, menandai babak baru praktik kerja inklusif yang telah berjalan sejak 2023.

“Atas saran dari dinas dan Kementerian Ketenagakerjaan, kami mencoba mempekerjakan teman disabilitas lain. Ada satu orang dengan sindrom dwarfisme yang baru saja kami rekrut,” ujar Gabriel Joseph Pesik, General Manager Kafe Kamu Wijaya, saat ditemui Rabu (18/2/2026).

Langkah tersebut melengkapi program yang lebih dulu berjalan bersama barista down syndrome di Kopi Kamu, coffee shop di Jalan Wijaya I Nomor 62, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Baca juga: Kisah Penyandang Disabilitas yang Berdaya di Balik Secangkir Kopi Kamu

Berawal dari festival

Gabriel menuturkan, keterlibatan teman-teman down syndrome berawal dari momen tak terduga.

Pemilik Kopi Kamu, Rocky Joseph Pesik, saat itu menjadi panitia dalam sebuah festival lingkungan di Pondok Indah.

Di sana, ia melihat booth dari POTADS (Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome) yang menjual kopi racikan barista down syndrome.

“Beliau melihat langsung potensi mereka. Selama ini mereka hanya tampil di bazar atau acara tertentu, belum punya tempat kerja tetap,” kata Gabriel.

Kopi Kamu sendiri berdiri pada 2010, dengan cikal bakal Camus Coffee pada 2008.

Selama lebih dari satu dekade, kafe ini fokus mempromosikan biji kopi lokal Indonesia agar mampu bersaing dengan kopi dari Brasil atau Ethiopia.

Gagasan mempekerjakan penyandang down syndrome baru muncul pada pertengahan 2023.

Setelah diskusi dan persiapan, tujuh barista resmi mulai bekerja pada 3 Desember 2023, bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional.

“Selama 13 tahun pertama kami belum pernah mempekerjakan penyandang down syndrome. Ini benar-benar panggilan yang datang belakangan,” ujar Gabriel.

Baca juga: Lapangan Padel yang Berisik di Cilandak ternyata Awalnya Pakai Izin untuk Kafe dan Parkiran

Penyesuaian sarana kerja

KOMPAS.com/LIDIA PRATAMA FEBRIAN Suasana ceria di dalam kafe Kopi Kamu saat para karyawan memberikan kejutan kue ulang tahun kepada salah satu pengunjung. Kamis (19/2/2026).

Menurut Gabriel, tantangan utama bukan pada kemampuan dasar barista, melainkan pada adaptasi sistem kerja.

Kafe menggunakan penanda warna (color coding) pada botol sirup agar barista tidak perlu membaca teks.

“Nomor meja diganti dengan foto barista untuk memudahkan pengenalan visual. Tinggi meja kerja juga disesuaikan karena rata-rata postur mereka lebih pendek,” kata dia.

Pelatihan dasar telah diberikan oleh POTADS, sehingga manajemen lebih banyak menyesuaikan alur kerja di kafe.

Respons orang tua di awal cukup beragam. Ada yang masih khawatir dan menunggu di ruangan terpisah selama anak bekerja.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Proses membangun kepercayaan berlangsung berbeda-beda, dari hitungan minggu hingga beberapa bulan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bacakan Pledoi, Eks Dirut Pertamina Niaga Singgung Penghakiman Jaksa di Media
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Diminum Cuma 2 Sendok saat Sahur, Kata dr Zaidul Akbar Khasiatnya Bisa Jaga Kesehatan Tubuh
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Riva Siahaan Sampaikan Pledoi di Kasus Korupsi Minyak Mentah, Ungkit Profit
• 22 jam laludetik.com
thumb
Rebutan Harry Wilson: Aston Villa dan Everton Bersaing Dapatkan Bintang Fulham
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ada yang 15 Jam, Ini Negara dengan Durasi Puasa Tersingkat dan Terlama di Dunia
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.