Grid.ID - Dedi Mulyadi kini membentuk tim. Sang gubernur akan jemput sebanyak tiga belas orang perempuan Jawa Barat (Jabar) yang jadi korban TPPO di NTT.
Menyoroti kasus tindak pidana perdagangan orang (TPP0) 13 perempuan Jabar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Dedi Mulyadi pun mengambil langkah tegas. Termasuk dengan membentuk tim khusus untuk menangani permasalahan tersebut.
Ketua Tim Hukum Jabar Istimewa, Jutek Bongso mengatakan bahwa pembentukan tim merupakan arahan langsung dari Dedi Mulyadi. Hal ini tak lain agar para korban bisa mendapatkan perlindungan dan bisa segera dipulangkan.
"Bapak gubernur menugaskan kami berkolaborasi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) serta Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Jabar. Tim sudah kami bentuk untuk menangani kasus ini," ujar Jutek, dikutip dari Kompas.com.
Diketahui, dari 13 korban yang terdata, satu orang sudah tidak lagi berada di rumah penampungan. Sementara 12 lainnya dipastikan merupakan warga Jabar.
"Selain 13 warga Jabar ini, kami menduga ada warga Jabar lainnya. Ini masih kami telusuri," jelasnya.
Hukum Tetap Berjalan
Pihaknya menegaskan bahwa langkah yang diambil gubernur bukan untuk mencampuri proses hukum yang sedang berjalan di NTT. Fokus utamanya adalah menyelamatkan para korban yang masih berada di rumah penampungan.
"Pak gubernur sangat konsen terhadap perlindungan perempuan dan anak. Beliau tidak ingin mereka menjadi korban dua kali. Mereka sudah mengalami dugaan kekerasan seksual dan TPPO, kondisi psikis mereka trauma dan menurun," terangnya.
"Membawa mereka pulang untuk menyelamatkan masa depan mereka dan menyelesaikan persoalan mereka," tambah Jutek.
Diketahui saat ini kondisi para korban mulai membaik secara mental setelah Dedi Mulyadi menghubungi mereka secara langsung melalui video call. Jutek pun menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengintervensi proses hukum yang sedang ditangani Polda NTT.
"Kami pastikan proses hukum tetap berjalan beriringan. Korban bisa diselamatkan secepatnya untuk pemulihan trauma, dan penegakan hukum terhadap pelaku tetap lanjut," tegas Jutek, dikutip dari Tribun Jabar.
Ikut turun tangan terhadap kasus tersebut, Dedi Mulyadi kini membentuk tim khusus. Tujuan sang gubernur adalah untuk menjemput sebanyak tiga belas orang perempuan Jawa Barat yang jadi korban TPPO di NTT. (*)
Artikel Asli




