Obligasi Ritel ORI029 Tidak Terserap Pasar, Pemerintah Perlu Kasih Kupon Menarik?

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Kupon yang ditawarkan produk investasi milik pemerintah Obligasi Ritel indonesia (ORI) seri ORI029yang kurang kompetitif di era suku bunga rendah dinilai menjadi salah satu penyebab produk investasi ini kurang terserap pasar.

Head of Economic Research Division Pefindo Suhindarto mengatakan penawaran kupon untuk obligasi ritel akan lebih menarik jika kompetitik di pasar, alih-alih hanya memberikan stimulus pajak bagi investor.

Dia menunjukkan yield obligasi korporasi dengan rating AAA bertenor tiga tahun saja berada pada level 5,87% atau hanya terpaut 42 bps terhadap imbal hasil ORI029-T3. Dengan menawarkan kupon yang berdaya saing tinggi terhadap instrumen korporasi berisiko rendah serta deposito, produk obligasi ritel negara sebenarnya memiliki prospek yang baik.

”Saya melihat bahwa skema kupon floating with floor tetap menjadi fitur favorit investor untuk memitigasi risiko inflasi yang masih dinamis dan kemungkinan pemotongan suku bunga acuan ke depan,” kata Suhindarto kepada Bisnis, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga : Obligasi Ritel ORI029 Terserap Hanya 57,96% jelang Penutupan, Ini Biang Keroknya

Selain menetapkan kupon yang menarik, DJPPR Kementerian Keuangan selaku penerbit juga disarankan untuk mengatur ulang strategi jadwal penerbitan SBN Ritel sepanjang 2026. Sebab, jika menilik data historis, laris manisnya penyerapan SBN Ritel tidak dapat dilepaskan dari aksi reinvestasi dari SBN Ritel jatuh tempo.

Adapun, Suhindarato melihat strategi reinvestasi memberikan kemudahan bagi investor lama untuk beralih ke seri obligasi negara yang baru, sehingga dapat menjaga likuiditas tetap berada di dalam ekosistem instrumen pemerintah

Berdasarkan data mitra distribusi ORI029, PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit), penjualan ORI029 hingga pukul 09.50 WIB masih tersisa sekitar Rp10,51 triliun. Angka itu menunjukkan bahwa 10 menit jelang penutupan penjualan, produk ini baru terserap Rp14,49 triliun.

Diperinci, ORI029-T3 menyisakan Rp4,05 triliun atau 27,00% dari target, sementara ORI029-T6 tersisa Rp6,51 triliun atau 65,1% dari target penjualan produk tersebut. Secara total, penjualan ORI029 baru memenuhi 57,96% dari target dana terhimpun.

Torehan lesu ini menjadi tantangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan. Pasalnya, sejak setahun belakangan, penerbitan SBN Ritel selalu membukukan penjualan lebih dari 90%.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Beberkan Detik-detik KA Bandara Tabrak Truk di Poris, Tidak Ada Korban Jiwa
• 3 jam laludisway.id
thumb
Analis Prediksi Harga Emas Tembus US$6.000 per Ounce Akhir 2026
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Prediksi Persija Vs PSM di BRI Super League: Peluang Besar Samai Poin Persib di Puncak
• 15 jam lalubola.com
thumb
Bos FIFA Infantino Hadir di KTT Board of Peace, Apa Urusannya?
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Ramadan Penuh Berkah, Polres Pelabuhan Makassar Bagi Takjil untuk Pengguna Jalan
• 1 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.