AS Minta RI Batasi Produksi Smelter Asing & Perlakukan Adil Kawasan Industri

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) meminta Indonesia untuk membatasi kelebihan produksi smelter milik asing dan memastikan kawasan industri asing diberikan perlakuan sama dengan perusahaan lain.

Hal itu menjadi bagian dari kesepakatan dagang terkait penurunan tarif resiprokal yang dikenakan AS kepada barang-barang Indonesia.

Dalam dokumen 'Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Amerika Serikat-Indonesia' yang ditandatangani pada Jumat (20/2/2026) waktu Indonesia, beberapa poin kesepakatan dagang kedua negara turut membahas mengenai kerja sama mineral kritis.

Disebutkan bahwa Indonesia akan menerapkan pembatasan terhadap kelebihan produksi fasilitas pengolahan yang dimiliki asing dengan memastikan bahwa produksi sesuai dengan kuota penambangan.

Fasilitas pengolahan atau smelter yang dimaksud mencakup smelter nikel, kobalt, bauksit, tembaga, timah, dan mangan.

Selain itu, Indonesia juga akan memastikan bahwa kawasan industri dan fasilitas pengolahan milik asing tunduk pada persyaratan pajak, lingkungan, ketenagakerjaan, kuota, dan persyaratan hukum lainnya yang sama seperti perusahaan dan entitas lainnya.

Baca Juga

  • Kesepakatan Dagang Diteken, RI Bakal Hapus Pembatasan Ekspor Mineral ke AS
  • Indonesia Sepakat Tak Akan Tutup Pintu Impor Bioetanol dari AS
  • Freeport-RI Sepakati Perpanjangan Izin Tambang Usai 2041, Kontrak Seumur Cadangan

Kesepakatan lain terkait mineral kritis adalah Indonesia juga akan menghapus pembatasan ekspor komoditas industri, termasuk mineral kritis ke Negeri Paman Sam.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa pembatasan ekspor mineral kritis yang dimaksud, yakni komoditas mineral yang telah melewati tahap pengolahan lanjutan. Artinya, bukan berupa mineral mentah.

"Mineral kritis kita sudah sebutkan itu terkait industrial mineral, artinya secondary processed. Indonesia juga terbuka kerja sama investasi maupun teknologi, baik terkait mineral kritis maupun logam tanah jarang," jelas Airlangga dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/2/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Super League: Imanol Garcia Absen, Siapa Filter Lini Tengah Persik untuk Meredam Militansi Sho Yamamoto?
• 15 jam lalubola.com
thumb
Kemenpora Matangkan Strategi Hadapi Kompleksitas SEA Games 2027
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
13 WNA China di Event “Celebrity Portrait” Dideportasi karena Langgar Visa
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Harga Kebutuhan Pokok di Bintan Mulai Naik Jelang Ramadan
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
NasDem Ajukan Kembali Ahmad Sahroni, DPR Setujui Jadi Wakil Ketua Komisi III
• 20 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.