jpnn.com, JAKARTA - Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI) Fernando Emas menilai peluang Presiden RI Prabowo Subianto untuk menggandeng Wapres RI Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2029 masih sangat besar.
Sebab, kata dia, Prabowo bakal memandang proses keterpilihan eks Danjen Kopassus itu pada 2024 yang banyak dibantu Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) yang juga ayah dari Gibran.
BACA JUGA: Hasrat Jokowi Berkuasa Kuat, Gibran Bakal Diusung di Pilpres 2029 Meski Tanpa Prabowo
"Tentu Prabowo tidak ingin mengabaikan peran penting tersebut karena sudah beberapa kali kalah dalam kontestasi pilpres," kata Fernando melalui layanan pesan, Jumat (20/2).
Pengamat politik itu menduga ada kesepakatan politik di belakang layar antara Prabowo dengan Jokowi pada 2024 sebelum kontestasi politik.
BACA JUGA: Andai Tak Bersama Prabowo, Gibran Lebih Baik Jadi Cawapres Anies
Fernando menilai kesepakatan mulai terbaca berupa paket Prabowo-Gibran bersama selama dua periode sebagaimana sering dilontarkan Jokowi.
"Hal tersebut dapat dilihat dari pernyataan Jokowi yang beberapa kali mendorong dua periode Prabowo-Gibran, seolah mengingatkan Prabowo terhadap komitmen yang pernah disepakati bersama," ujarnya.
BACA JUGA: Pengamat Sebut Teddy Punya Potensi Dipilih Prabowo Jadi Cawapres Ketimbang Gibran
Namun, kata Fernando, Gibran akan tetap berkontestasi pada 2029 andai Prabowo tak memilih eks Wali Kota Solo itu sebagai cawapres.
"Sebaiknya Gibran tetap mengambil posisi sebagai cawapres," katanya.
Dia mengatakan beberapa partai berpeluang mengusung Gibran pada Pilpres 2029, satu uang paling kuat ialah PSI.
Fernando mengatakan partai lain yang masih mungkin mengusung Gibran ialah PAN dan Golkar, karena kedua parpol itu masih mendengarkan Jokowi.
"PAN Partai Golkar masih berpeluang mendukung Gibran," ujar dia.
Fernando mengatakan Gibran bisa mendampingi Anies pada Pilpres 2029 jika tak bersama Prabowo.
"Semua masih serbamungkin terkait dengan siapa yang berpeluang berpasangan dengan Gibran," kata dia.
Selain Anies, kata dia, Gibran bisa mendampingi Purbaya Yudhi Sadewa dan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang punya potensi maju sebagai Capres 2029.
Menurutnya, sosok Purnaya dan AHY memiliki elektabilitas tinggi sebagai capres berdasarkan survei, sehingga mungkin berkontestasi pada 2029.
'Kalau melihat dari daftar sepuluh nama hasil survei calon presiden, peluang lain bagi Gibran berpasangan dengan Purbaya Yudhi Sadewa atau AHY," ujar Fernando.
Dia mengatakan sebenarnya ada nama seperti Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang punya elektabilitas tinggi menyambut 2029.
Namun, Fernando merasa Dedi Mulyadi yang berakronim KDM tak berkontestasi pada 2029 di saat punya elektabilitas tinggi.
Sebab, ujar dia, KDM satu partai dengan Prabowo dan tak akan diusung Gerindra pada Pilpres 2029.
"Kalau KDM sangat kecil kemungkinan akan mengikuti kontestasi 2029, kalau tidak diusung oleh Gerindra," katanya. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan



