JAKARTA,KOMPAS – Perjalanan sebagian rute Transjakarta dan Mikrotrans kembali terpaksa dihentikan, dialihkan, hingga diperpendek akibat banjir Jakarta, Jumat (20/2/2026). Hujan diprediksi masih akan turun deras pada Sabtu (21/2/2026). Oleh karena itu, warga diminta mewaspadai dampaknya.
Sejak Jumat dini hari, hujan deras melanda sejumlah daerah di Jakarta. Tidak hanya permukiman, banjir merendam jalan. Kondisi ini bisa jadi terulang esok hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi hujan deras masih akan turun pada Sabtu.
Akibat banjir, layanan Transjakarta dan Mikrotrans terganggu. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani pada Jumat, mengatakan, sejumlah rute bahkan mesti dihentikan sementara.
”Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan perjalanan pelanggan,” kata dia.
Dia menyebut, rute yang dihentikan adalah 1C (Blok M - Pesanggrahan) dan 8E (Blok M - Bintaro Kodam). Hal yang sama juga dilakukan pada sejumlah rute Mikrotrans, seperti rute JAK32 (Petukangan - Lebak Bulus) dan rute JAK49 (Lebak Bulus - Cipulir).
Selain itu, ada rute Transjakarta yang dialihkan, 1M (Blok M - Meruya). Rute Mikrontrans JAK22 (Dwikora - Penas Kalimalang) juga dipersingkat rute tempuhnya.
Pengalihan rute Mikrotrans, kata Ayu, juga terpaksa dilakukan. “Ada JAK27 (Pulogebang - Rorotan), JAK37 (Cililitan - Condet Via Kayu Manis), JAK40 (Pulogebang - Pasar Modern), JAK71 (Kampung Rambutan - Pinang Ranti), dan JAK95 (Lebak Bulus - Terminal Pasar Minggu) yang rutenya dialihkan,” kata dia.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Mohamad Yohan mengatakan, sampai pukul 12.00 WIB, banjir masih melanda sembilan ruas jalan juga terendam.
Di Jalan Puri Kembangan, salah satu kawasan elit di Jakarta Barat, banjir terpantau setinggi 60 sentimeter (cm). Masih di Jakbar, Jalan Daan Mogot juga banjir dengan ketinggian air hingga 40 cm.
Tidak hanya itu, tercatat 123 RT terdampak banjir. Dengan ketinggian banjir antara 30-90 cm, wilayahnya tersebar di Jakbar dan Jakarta Selatan.
“Hujan deras memicu luapan Kali Angke, Kali Krukut, Kali Uangan, Kali Pesanggarahan, Kali Ciliwung, Kali Mampang, hingga Kali Cakung,” kata Yohan.
Yohan mengatakan, sejumlah langkah antisipasi dampak banjr dilakukan dengan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik. BPBD Jakarta juga melibatkan camat dan lurah daerah terdampak menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas.





