Masih Ada Siswa Belajar di Tenda, DPR Desak Percepatan Revitalisasi Sekolah Pascabencana

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Hetifah Sjaifudian Ketua Komisi X DPR RI melihat masih adanya sekolah terdampak bencana di wilayah Sumatera yang menjalankan kegiatan belajar mengajar di tenda darurat.

Sebelumnya, Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah memaparkan bahwa terdapat 4.852 sekolah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana.

Dari jumlah itu, 99 sekolah masih melaksanakan pembelajaran di tenda atau kelas darurat karena proses pembersihan belum rampung, sementara sejumlah sekolah lainnya mengalami kerusakan ruang kelas yang tidak lagi layak digunakan.

Sebanyak 22 sekolah bahkan harus menumpang karena bangunannya hanyut dan perlu direlokasi.

Menanggapi kondisi tersebut, Hetifah mendorong percepatan pemulihan sarana pendidikan. Ia menilai proses revitalisasi harus dipercepat mengingat baru sekitar 30 persen sekolah terdampak yang menandatangani Perjanjian Kerja Sama Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan Kementerian.

“Anak-anak tidak boleh terlalu lama belajar dalam kondisi darurat. Percepatan revitalisasi harus menjadi prioritas agar hak mereka atas pendidikan yang layak tetap terpenuhi,” tegas Hetifah dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Politisi Partai Golkar itu juga mengingatkan agar anggaran rehabilitasi tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik gedung sekolah.

Menurutnya, kebutuhan pendidikan jauh lebih luas, termasuk pengadaan perangkat pembelajaran, meubelair, alat praktik dan laboratorium, hingga dukungan bagi guru dan tenaga kependidikan yang terdampak.

Berdasarkan paparan Kemendikdasmen, kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pendidikan pascabencana di tiga provinsi tersebut diperkirakan mencapai Rp5,5 triliun.

Namun hingga saat ini, dana yang telah tersalurkan baru sekitar Rp1 triliun.
Selain soal infrastruktur sekolah, Hetifah juga menyoroti persoalan hunian sementara (huntara) yang belum terintegrasi dengan fasilitas pendidikan.

“Saat ini hunian sementara tidak selalu terkoneksi dengan fasilitas umum dan sarana pendidikannya. Ini pasti akan berpengaruh pada kondisi pembelajaran anak-anak. Ke depan, pembangunan hunian tetap harus disinergikan dengan relokasi sekolah,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah agar pemulihan pascabencana tidak berjalan parsial.

Menurutnya, pendidikan harus menjadi bagian utama dalam perencanaan relokasi dan pembangunan kembali kawasan terdampak.

Dengan percepatan revitalisasi yang komprehensif, Hetifah berharap proses belajar mengajar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat segera kembali normal dan memberikan kepastian bagi ribuan siswa yang terdampak bencana.(faz/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono-Rano Klaim Realisasi Quick Win, Sisakan PR Banjir, Macet, dan Kemiskinan
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Urgensi Memperkuat Penyangga Demokrasi
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Jakarta Diguyur Hujan, Transjakarta Berlakukan Penyesuaian Layanan
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Terpilih Jadi Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Gaza
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Ramadan jadi momen bangkitkan ekonomi Aceh Tamiang pascabanjir
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.