Kronologi Santri 11 Tahun Tewas di Wonogiri, Disebut Masuk Angin Ternyata Dianiaya Teman Sendiri, Polisi Ungkap Kejanggalan

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kasus kematian seorang santri di pondok pesantren Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri kini tengah menjadi sorotan publik. Bagaimana tidak, korban meninggal diduga jadi korban penganiayaan dari teman sekelasnya.

Adapun korban tewas itu berinisial DRP (11). Bocah yang masih duduk di bangku SD itu dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (14/02/2026).

Awalnya, pihak sekolah menyebut korban mengalami masuk angin. Namun polisi mencium kejanggalan hingga korban diduga tewas karena tindak kekerasan.

Lantas bagaimana kronologi santri 11 tahun tewas di Wonogiri tersebut? Simak penjelasannya.

Kronologi Santri 11 Tahun Tewas di Wonogiri

Insiden itu bermula saat DRP dikabarkan meninggal dunia pada pada Sabtu (14/02/2026). Melansir TribunSolo.com, jenazah korban dimakamkan pada malam harinya atas kesepakatan keluarga.

Setelah itu, pada Minggu Pagi (15/02/2026) ayah korban tiba dari luar daerah dan mendapatkan informasi mengenai kondisi jenazah anaknya sebelum dimakamkan. Keluarga mendapat laporan jika jenazah sempat mengeluarkan darah dari hidung dan mulut, serta ditemukan bercak darah pada peti jenazah.

Mendapat laporan itu, pihak keluarga melapor ke pihak kepolisian agar penyebab kematian diusut tuntas. Pasalnya, pihak sekolah sempat menyebut bahwa korban meninggal karena masuk angin.

Merasa ada yang janggal, Polres Wonogiri bersama Polsek Bulukerto melakukan ekshumasi (pembongkaran makam) di Makam Prayan, Dusun Ngelo, Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, untuk keperluan otopsi, Selasa, (17/02/2026).

Setelah diselidiki, ternyata korban tewas karena adanya tindak penganiayaan. Adapun kasus kematian itu bermula dari pertengkaran di ruang kelas pesantren pada Sabtu (14/02/2026).

 

Polisi mengatakan pertengkaran bermula dari saling ejek antara korban dan pelaku. Setelah itu, mereka berkelahi dan melakukan aksi fisik. Diketahui, korban sempat dijegal hingga terjatuh, dan kepalanya membentur lantai.

"Masalahnya terlibat saling ejek nama orang tua dan dijodoh-jodohkan dengan teman perempuan," kata Kasatreskrim Polres Wonogiri, IPTU Agung Sedewo, Rabu (18/2/2026).

Tak berhenti sampai di situ, saat korban terduduk, pelaku berinisial R (11) menindih tubuh korban, memegang leher, dan mendorongnya. Tindakan ini berlangsung meski ada tiga siswa lain yang menyaksikan dan mencoba melerai.

"Kekerasan itu mengakibatkan luka yang cukup fatal," kata Kasatreskrim.

"Dari serangkaian penyidikan penyelidikan, saat ini kita sudah menetapkan anak sebagai pelaku, satu orang," kata Kasatreskrim Polres Wonogiri, IPTU Agung Sedewo.

Kondisi Korban dan Pertolongan Medis

Sebelum meninggal dunia, DRP sempat mengeluh pusing dan muntah sebanyak 3 kali. Pihak sekolah lantas membawa korban ke klinik. Sayangnya, nyawa korban tak bisa diselamatkan. Ia meninggal dalam perjalanan.

"Meninggal dalam perjalanan, sampai rumah sakit sudah meninggal dunia," terang IPTU Agung Sedewo.

Sekadar informasi, kasus kematian DRP sempat viral usai diunggah oleh akun @txtdarimedia di X. Unggahan itu menuai banyak respons dari warganet dan sudah ditonton hampir 150 ribu kali oleh pengguna X.

"Keluarga dapat kabar anaknya D (11) dibawa ke klinik krna masuk angin & meninggal dunia. Ada luka lebam di tubuhnya namun pihak sekolah mengatakan bekas kerokan. Pas diselidiki, ternyata D dibully teman kelasnya. dia sempat dicekik & dibanting hingga kepalanya terbentuk ke lantai," tulis akun tersebut pada Kamis (19/2/2026).

Demikianlah kronologi santri 11 tahun tewas di Wonogiri. (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Kopdes Merah Putih: 48.734 Baru Pemetaan, 30.336 Bangun Fisik, Kapan Selesainya?
• 6 jam laludisway.id
thumb
Persib Tersingkir, Ternyata Masih Ada Wakil Indonesia di Perempat Final AFC Champions League 2 2025/2026
• 5 jam lalubola.com
thumb
Airlangga Singgung Akses Mineral Kritis dalam Kesepakatan Tarif dengan AS
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Banyak yang Puasa tapi cuma Dapat Lapar dan Dahaga
• 1 jam lalurealita.co
thumb
12 Tahun Bebas Banjir, Kini Warga di Manado Kembali Diterjang Bah
• 22 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.