Perbaikan Jalan Rusak di Bekasi Disesuaikan Prioritas dan Anggaran 2026

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, perbaikan jalan rusak di Kota Bekasi akan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran pemerintah daerah 2026.

"Pemerintah tentu akan melihat prioritas mana yang akan dilakukan dan juga kemampuan anggaran yang kita miliki," ujar Tri kepada awak media, Jumat (20/2/2026).

Menurut Tri, tidak seluruh ruas jalan rusak di Kota Bekasi menjadi kewenangan pemerintah kota. Karena itu, penanganannya melibatkan pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

Ia menyebut sejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemkot Bekasi dan telah diperbaiki antara lain Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Swatantra, dan Jalan H Nonon Sonthanie.

Baca juga: Jalan Rusak di Kemayoran Bikin Pemotor Jatuh, Begini Kondisi Terkini

Sementara itu, Jalan Ahmad Yani, Jalan Cut Muthia, Jalan Siliwangi, hingga Jalan Narogong merupakan jalan nasional yang berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

Adapun Jalan Sultan Agung dan Jalan Sudirman menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

Tri mengatakan, koordinasi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan pemerintah pusat terus dilakukan agar perbaikan jalan di luar kewenangan Pemkot Bekasi dapat segera direalisasikan.

"Janji Pak Gubernur kemarin bahwa mereka akan menyelesaikan H-10 sebelum Hari Raya. Tetapi tentu akan ada tahapan," kata Tri.

Tri mengungkapkan, Pemkot Bekasi telah menyiapkan anggaran ratusan miliar rupiah untuk perbaikan jalan pada tahun ini.

Bahkan, perbaikan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah pada 2026.

"Untuk perbaikan jalan tahun ini kami siapkan anggaran mungkin di atas Rp 200 miliar," ujarnya.

Untuk diketahui, sebelumnya pengguna jalan mengeluhkan kondisi Jalan KH Noer Ali di RT 004/RW 002, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, yang mengalami kerusakan dan kerap tergenang saat hujan deras.

Baca juga: Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tambal Sendiri Jalan Rusak di Parung Bogor

Lubang-lubang di ruas jalan tersebut sering tertutup genangan air sehingga meningkatkan risiko pengendara terperosok atau tergelincir.

Salah seorang pengguna jalan, Ramdani (35), mengaku selalu waswas saat melintasi jalan tersebut dan memilih mengurangi kecepatan demi keselamatan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menilai penanganan tambal sulam tidak efektif karena kerusakan cepat kembali terjadi, terutama saat diguyur hujan dan dilintasi kendaraan besar.

"Kalau bisa sih secepatnya diperbaiki. Saya udah resah banget. Takut nantinya makan korban di jalan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Cara Khatam Al-Quran dalam 30 Hari Bulan Ramadan dan Manfaatnya
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kenapa Membaca Surah Al-Kahfi di Hari Jumat? Ustaz Khalid Basalamah Ungkap Keutamaan dan Kisah di Baliknya
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Usai Hadir BoP: Prabowo Tegaskan Two-State Solution, Ungkap Waktu Kirim Pasukan Perdamaian
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Banyak yang Puasa tapi cuma Dapat Lapar dan Dahaga
• 40 menit lalurealita.co
thumb
Di Tengah Sunyi, Santri Tuli Ini Menghafal Al Quran dan Bermimpi Jadi Ustaz Dunia
• 2 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.