Usut Aliran Dana TPPU Tambang Ilegal, Bareskrim Geledah Toko Emas di Jatim

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di Toko Emas Semar wilayah Nganjuk, Jawa Timur.

Usut Aliran Dana TPPU Tambang Ilegal, Bareskrim Geledah Toko Emas di Jatim

IDXChannel - Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di Toko Emas Semar wilayah Nganjuk, Jawa Timur (Jatim) terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil penambangan tanpa ijin (PETI).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak mengatakan, penggeledahan dilakukan penyidik di tiga lokasi pada Kamis, 19 Februari 2026.

Baca Juga:
Bareskrim Polri Bongkar 644 Kasus Judol Sepanjang 2025, Sita Aset Senilai Rp286 Miliar

“Kasus ini merupakan hasil pengembangan perkara tambang emas ilegal di wilayah Kalimantan Barat periode 2019-2022 yang telah diputus oleh Pengadilan Negeri Pontianak,” kata Ade kepada awak media, Jakarta, Jumat (20/2/2026). 

"Berdasarkan fakta hasil penyidikan tindak pidana asal dan fakta persidangan, diketahui adanya alur pengiriman emas ilegal dan aliran dana hasil tindak pidana PETI yang mengalir ke beberapa pihak," lanjutnya.

Baca Juga:
Bareskrim Tetapkan Satu Buron Sindikat Judol, Modus Operandi Pendirian Perusahaan Fiktif

Ade menjelaskan, dari hasil penggeledahan tersebut didapati barang bukti berupa surat/dokumen serta barang bukti lain hasil penampungan, pengolahan dan penjualan emas hasil pertambangan tanpa izin.

Menurutnya, dari Laporan Hasil Analisis (LHA) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) ditemukan juga transaksi mencurigakan terkait tata niaga emas di dalam negeri oleh toko perusahaan pemurnian emas yang diduga menggunakan emas hasil tambang ilegal.

Baca Juga:
Bareskrim Temukan Dugaan Manipulasi IPO PIPA, Ini Respons BEI  

Dalam perkara ini, Ia menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang sekecil apapun bagi praktik pertambangan ilegal yang berpotensi mengakibatkan kerugian bagi lingkungan maupun kekayaan negara. 

"Penyidikan TPPU ini merupakan salah satu pendekatan penegakan hukum, dimana pelaku usaha yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan atau pemurnian, penjualan mineral apapun yang berasal dari pertambangan ilegal pasti akan dilakukan penindakan secara tegas," kata Ade. 

Baca Juga:
DJP dan Bareskrim Polri Amankan Rp2,8 Triliun dari Pengemplang Pajak, Siap Lanjutkan Kerja Sama

Lebih lanjut, Ade Safri mengatakan saat ini penyidik juga bekerja sama dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana dalam perkara tersebut. 

Terlebih, kata dia, berdasarkan data dari PPATK total nilai transaksi jual beli emas dari pertambangan ilegal selama periode 2019-2025 mencapai Rp25,8 Triliun.

Berdasarkan modusnya, Ade menyebut transaksi pembelian emas yang berasal dari tambang ilegal dilakukan secara sebagian atau seluruhnya kepada perusahaan pemurnian emas dan perusahaan eksportir.

"Penanganan perkara ini diharapkan menjadi efek jera bagi pelaku kejahatan pertambangan ilegal, sebagai salah satu upaya melindungi kelestarian lingkungan, mencegah kebocoran keuangan negara," kata Ade.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNI Buka Assistant Development Program: D3 dan S1 Bisa Daftar, Ditutup 24 Februari 2026
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Setahun Menjabat Jadi Gubernur, Dedi Mulyadi Merasa Belum Beri Dampak Besar, Ungkap PR yang Harus Diselesaikan
• 51 menit lalugrid.id
thumb
Pramoedya Ananta Toer: Abadi dalam Aksara, Terasing di Tanah Air
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Elon Musk Ramal Coding akan Punah Tahun Ini
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Dubes AS Sebut Indonesia Pasar Penting dalam Perjanjian Dagang Timbal Balik
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.