EtIndonesia. Serangkaian ledakan dilaporkan terjadi di Krimea yang diduduki sementara pada malam hari tanggal 19 Februari, dengan lapangan udara Belbek dan Saky berpotensi menjadi sasaran, menurut saluran berita Krimea.
Pihak Rusia secara tradisional mengatakan sistem pertahanan udara beroperasi dan serangan telah berhasil dipukul mundur.
Pada saat yang sama, saluran Telegram lokal melaporkan tembakan hebat, peluncuran rudal, dan aktivitas drone di sekitar Sevastopol dan di sepanjang pantai barat semenanjung.
Saksi mata mengatakan ledakan keras terdengar di dekat lapangan udara militer Belbek di luar Sevastopol. Kilatan cahaya terlihat di langit bersamaan dengan lampu sorot dan tembakan pelacak. Ledakan juga dilaporkan terjadi di dekat lapangan udara Saky di Novofedorivka.
Antara sekitar pukul 23.20 dan 23.30 waktu Kyiv, penduduk di beberapa distrik Sevastopol melaporkan ledakan dahsyat. Menurut informasi awal dari sumber terbuka, sebuah jet tempur mungkin telah lepas landas dari Belbek untuk mencegat target udara. Saksi mata mengatakan pesawat tersebut meluncurkan rudal yang tidak mengenai sasarannya, setelah itu jet tersebut melepaskan suar dan menuju ke Yevpatoria.
Sekitar pukul 23.30, sebuah ledakan besar juga dilaporkan terjadi di Andriivka dekat Sevastopol, sementara warga melihat lampu sorot beroperasi di dekat pemukiman Soniachne.
Kementerian Pertahanan Rusia kemudian mengklaim beberapa drone telah ditembak jatuh di Krimea dan Laut Hitam. Belum ada konfirmasi resmi tentang serangan terhadap fasilitas militer, dan belum ada laporan langsung tentang kerusakan infrastruktur sipil.
Mengapa ini penting
Lapangan terbang Belbek dan Saky memainkan peran kunci dalam logistik militer dan operasi penerbangan Rusia di Krimea. Mereka menampung pesawat tempur dan mendukung operasi di seluruh wilayah Laut Hitam, itulah sebabnya mereka sering disebutkan dalam laporan serangan. Penerbangan pesawat tempur telah berulang kali tercatat dari pangkalan-pangkalan ini.
Situasi di sekitar semenanjung tetap tegang, dan saat ini belum ada konfirmasi independen tentang konsekuensi insiden tersebut. Informasi tersebut masih perlu diverifikasi.
Serangan terhadap target militer
Pada malam tanggal 17 Februari, Angkatan Bersenjata Ukraina dilaporkan menyerang sebuah helikopter Ka-27 Rusia di Krimea yang diduduki sementara dan juga menghantam beberapa pos komando drone. (yn)





