Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menyatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir terkait kebijakan terbaru Olympic Council of Asia (OCA) mengenai cabang olahraga (cabor) sepak bola di Asian Games 2026.
Okto mengungkapkan secara informal ia telah melaporkan kepada Menpora bahwa NOC Indonesia menyikapi kebijakan OCA yang menerapkan sistem grading tanpa kualifikasi terbuka.
Menurutnya, hal itu tidak lazim karena selama ini seluruh negara biasanya dapat berpartisipasi dalam cabang sepak bola Asian Games.
“Kalau sepak bola dilakukan proses grading tanpa kualifikasi, ini tidak biasa. Biasanya di Asian Games semuanya ikut. Sosialisasinya juga harus sampai ke kita dan harus fair,” ujar Okto kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Kantor Kemenpora, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia menegaskan sepak bola merupakan cabang dengan basis penggemar terbesar di Asian Games. Karena itu, kebijakan pembatasan peserta menjadi 16 tim dari total 45 negara dinilai berdampak besar dan memunculkan keberatan dari banyak federasi.
Okto menyebut komunikasi terakhir dilakukan dua hari lalu dengan Ketua Sepak Bola Qatar, Jassim Al-Buenain. Ia juga memastikan NOC Indonesia telah menyampaikan keberatan secara langsung dan masih menunggu keputusan resmi dari OCA.
“Kami masih menunggu yang resmi. Kalau sudah ada jawaban, tentu akan kami sampaikan,” kata Okto.
Sementara itu, Menpora Erick menegaskan Kemenpora tetap fokus pada dua agenda utama, yakni persiapan Asian Games dan SEA Games.
“Fokus kita tahun ini ada dua. Persiapan Asian Games, termasuk pelatnas dan evaluasi nomor emas, hampir selesai. Lalu kita juga persiapkan SEA Games karena waktunya tinggal satu setengah tahun,” tutur Erick.
Ia menambahkan pihaknya terus memantau dinamika terkait nomor pertandingan dan persiapan tuan rumah, termasuk koordinasi dengan NOC Indonesia. Erick juga berencana bertolak ke Jepang untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan di Nagoya.
Terkait kabar Timnas U-23 Indonesia absen di Asian Games 2026 di Nagoya, Erick menyatakan hingga kini belum ada surat resmi yang diterima Kemenpora.
Isu tersebut mencuat setelah beredar informasi bahwa format baru menetapkan hanya 16 tim yang lolos ke Piala Asia U-23 2026 yang dapat tampil di Asian Games. Timnas U-23 Indonesia tidak lolos ke ajang tersebut, sehingga berpotensi tidak berpartisipasi.
Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 di Nagoya, Jepang. Hingga kini, NOC Indonesia dan Kemenpora masih menunggu keputusan resmi dari OCA terkait format final cabang sepak bola.
Editor: Redaktur TVRINews





