Liputan6.com, Jakarta - Pemprov atau Pemerintah Provinsi Bali kini tengah menyiapkan sebuah gerakan untuk membersihkan sampah laut dan sungai secara serentak yang akan dimulai 1 Maret 2026.
Gubernur Bali, Wayan Koster menjelaskan dalam keterangan resmi bahwa langkah ini merupakan program strategis daerah yang disebut Gerakan Bali Bersih Sampah.
Advertisement
"Ini sejalan dengan program strategis Pemprov Bali melalui Gerakan Bali Bersih Sampah di sungai, laut, dan pantai se-Bali, yang akan dicanangkan secara serentak pada 1 Maret 2026," kata Koster, melansir Antara, Jumat (20/2/2026).
Dalam Rapat Koordinasi Forkopimda dan Kabupaten/Kota yang digelar tertutup, Koster menjelaskan, inisiatif ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo saat rakor nasional beberapa waktu lalu.
"Gerakan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, TNI/Polri, desa adat, komunitas lingkungan, serta masyarakat luas," ucap Koster.
Ia menjelaskan tujuan utama program ini adalah untuk melindungi ekosistem laut, menjaga keindahan, serta mempertahanakan citra Bali.
"Program ini bertujuan menjaga ekosistem laut, melindungi keindahan pantai, serta mempertahankan citra Bali di mata wisatawan domestik dan internasional," terang Koster.
Koster menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus kepada Bali sebagai salah satu destinasi wisata dunia. Sehingga, segala persoalan yang dapat memengaruhi citra pariwisata perlu ditangani secara serius dan terpadu, seperti persoalan terkit sampah.
"Sesuai arahan Presiden, Bali mendapat perhatian khusus karena merupakan tujuan wisata dunia, salah satu yang menjadi penekanan adalah persoalan sampah terutama sampah di pantai yang dapat merusak citra pariwisata Bali," papar Koster.




