Buka Keran Ekspor ke AS, Benarkah Indonesia Kembali Jual Mineral Mentah?

wartaekonomi.co.id
15 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa kesepakatan dagang terbaru dengan Amerika Serikat tidak akan membuat Indonesia mengekspor bahan mentah. Penegasan ini muncul setelah adanya poin perjanjian perdagangan timbal balik yang menyebutkan penghapusan pembatasan ekspor mineral kritis ke Negeri Paman Sam.

Upaya penghapusan pembatasan ekspor tersebut secara resmi menjadi bagian dari dokumen kerja sama yang telah ditandatangani oleh kedua negara pada Jumat (20/2/2026). Langkah ini memicu diskusi mengenai arah kebijakan hilirisasi industri pertambangan yang selama ini gencar dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan, kesepakatan terkait mineral kritis itu difokuskan untuk urusan investasi di dalam negeri. Ia menyebutkan bahwa Indonesia tetap pada pendiriannya untuk tidak mengirimkan mineral tersebut dalam bentuk mentah ke luar negeri.

"Itu lebih ke bekerja sama di bidang investasi ya, mereka [AS] akan berinvestasi di Indonesia. Untuk detailnya saya juga belum sampai ke sana, akan dibahas lebih lanjut lagi nanti," kata Anggia di Kantor Kementerian ESDM. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa pembatasan ekspor yang dimaksud hanya berlaku untuk komoditas yang telah melewati tahap pengolahan lanjutan. Hal ini berarti produk yang dikirimkan harus sudah memiliki nilai tambah dan bukan lagi berupa bijih mineral murni.

"Mineral kritis kita sudah sebutkan itu terkait industrial mineral, artinya secondary processed," jelas Airlangga dalam konferensi pers secara daring. 

Baca Juga: Airlangga Ungkap Peluang Strategis Mineral Kritis dalam Kesepakatan Dagang Indonesia-AS

Airlangga menambahkan bahwa Indonesia sangat terbuka terhadap kerja sama teknologi baik untuk mineral kritis maupun logam tanah jarang. Sektor ini menjadi sangat strategis mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu pemilik cadangan mineral terbesar yang dibutuhkan oleh industri masa depan.

Untuk diketahui, mineral kritis merupakan komoditas tambang yang memiliki kegunaan penting bagi industri teknologi tinggi namun sangat rentan terhadap gangguan pasokan. Komoditas ini menjadi bahan baku utama dalam pembuatan komponen elektronik, baterai kendaraan listrik, hingga perangkat energi terbarukan di pasar global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kekuatan Berjemaah Menolak Proyek Strategis Nasional di Merauke
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Rekam Jejak Mayjen Jasper Jeffers yang Ditunjuk jadi Komandan ISF di Gaza
• 18 jam lalusuara.com
thumb
Dua Bulan Lagi, 8.000 Prajurit TNI Meluncur ke Gaza Gabung ISF
• 39 detik lalukompas.com
thumb
Skandal Super League? Teknologi VAR Mendadak Hilang di Laga Persija vs PSM, Tomas Trucha dan Mauricio Souza Protes!
• 40 menit laluharianfajar
thumb
Malut United Fokus Incar Kemenangan di Kandang Semen Padang
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.