Banjir setinggi dua meter melanda permukiman warga di Gang Mawar 6, RT 08 RW 03, Jalan Kartini, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jumat (20/2). Sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) terdampak.
"Ini kurang lebih 100 KK terdampak banjir," kata warga sekitar bernama Gandhi saat ditemui di lokasi.
Gandhi mengatakan banjir di Gang Mawar akibat luapan Kali Bekasi. Banjir perlahan-lahan mulai masuk ke permukiman warga pukul 10.30 WIB.
"Banjir dari luapan kali kiriman. Ini dua meter setengah (banjir) depan rumah saya," ucap dia.
Warga Harap Bantuan
Bencana banjir memperparah kondisi warga, ditambah saat ini telah masuk puasa Ramadan. Warga membutuhkan bantuan selain logistik, serta makan dan minuman.
"Iya, untuk buka puasa, makanan, sama alat pembersihan pas banjir aja sih," kata Gandhi.
Menurutnya, banjir akan surut dalam waktu sekitar beberapa jam kemudian, asalkan air dari hulu tidak meluap.
Sementara itu, Yoga Ardinta dari Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Bekasi mengatakan petugas telah berjaga sejak Kamis malam, 19 Februari 2026, sebab hujan lokal turun sangat deras dan membutuhkan pengawasan.
"Terakhir, tinggi muka air (TMA) (Kali Bekasi) itu top level mencapai di lima ratusan sentimeter," ujar Yoga, di lokasi.
Meski demikian, tidak ada warga yang meminta bantuan untuk dievakuasi karena telah melakukan evakuasi mandiri sesaat air akan naik.
"Alhamdulillah sampai saat ini kita monitoring, belum ada yang dievakuasi karena masyarakat sudah evakuasi mandiri, yaitu di lantai dua rumah masing-masing. Ada juga yang mengusir ke rumah keluarganya atau saudaranya yang dekat dari sini," tuturnya.
Berdasarkan laporan di lapangan, BPBD Kota Bekasi mencatat ketinggian banjir mencapai 2,5 meter dan 100 KK Gang Mawar terdampak.
"Kalau tadi saya mendapat informasi sekitar 2,5 meter, kurang lebih. Untuk KK semua di sini ada seratusan, kurang lebih," ucapnya.
Untuk mempermudah melakukan aktivitas, warga Gang Mawar mengandalkan perahu fiber Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk keluar rumah.
"Kalau memang sudah tidak ada kenaikan dan kiriman dari Bogor, insyaallah (segera) surut," ujar Yoga.





