Jakarta: Presiden Prabowo Subianto meluncurkan gerakan "ASRI" (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai arah baru pembenahan lingkungan nasional. Program ini menargetkan perbaikan kebersihan dan tata kelola lingkungan dari tingkat desa hingga ibu kota negara.
"Ini sudah mulai bekerja. Saya juga berharap kita akan lakukan gentengisasi seluruh desa, kecamatan, dan seluruh kota-kota besar Indonesia," ujar Presiden dalam ajang Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, dilansir laman Sekretariat Presiden, Jumat, 20 Februari 2026.
Presiden menegaskan, pembenahan lingkungan menjadi bagian dari komitmen pemerintah melakukan perbaikan menyeluruh di berbagai sektor. Ia meminta seluruh jajaran bergerak cepat membuktikan perubahan nyata dalam waktu singkat.
"Termasuk kebersihan setiap desa, kecamatan, kota, kabupaten, ibu kota provinsi, dan ibu kota negara. Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan buktikan," tegas dia.
Kepala Negara juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang dinilai harus ditangani secara sistematis dan berbasis teknologi ramah lingkungan. Ia mengapresiasi sejumlah lembaga pendidikan yang telah mengembangkan alat daur ulang dan pemusnah sampah berskala kecil.
"Tidak merusak, tidak menimbulkan bau, yang cukup dalam skala-skala kecil. Kita berharap ada alat-alat itu di setiap kelurahan kita, di setiap kecamatan kita. Sehingga tidak perlu jauh-jauh ke TPA. Sampah diselesaikan di tingkat yang terendah. Ini kita akan laksanakan tahun ini juga," ujar dia.
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Baca Juga :
Di Washington DC, Prabowo Tegaskan Komitmen Atasi Stunting di IndonesiaUntuk pengolahan sampah berskala besar, pemerintah mengaku tengah menyiapkan teknologi terbaik. Upaya tersebut diharapkan memperkuat transformasi lingkungan dan tata kelola kota yang modern.
Di sisi lain, Presiden menekankan pentingnya stabilitas nasional sebagai fondasi pembangunan. Ia memastikan Indonesia memiliki rekam jejak kuat dalam menghormati perjanjian internasional dan kewajiban keuangan negara.
"Kita punya track record yang sangat besar. Indonesia belum pernah default dalam sejarah kita. Kita selalu hormati perjanjian pemerintah-pemerintah terdahulu. Kita terbuka untuk investasi dari manapun dan kita yakin bahwa kita akan bangkit dengan sangat meyakinkan," kata Presiden.
Menutup pidatonya, Presiden memperkenalkan strategi besar bertajuk "Indonesia Incorporated" yang menekankan kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam membangun negara. Pemerintah, kata dia, harus bersih dan adil serta berpihak pada kelompok paling lemah dan miskin.
Dengan gerakan ASRI dan strategi Indonesia Incorporated, pemerintah menargetkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga transformasi lingkungan dan keberlanjutan nasional.




