Celios: Impor 105.000 Pikap India Bisa Rugikan Ekonomi Rp39 Triliun

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga riset Center of Economic and Law Studies (Celios) menyoroti rencana PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105.000 unit mobil pikap asal India yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi triliunan hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Ekonom Celios Bhima Yudhistira mengatakan, rencana mendatangkan impor kendaraan niaga sebanyak 105.000 unit dari India, untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), berada di luar rel kebijakan pengembangan industri tersebut.

“Dari awal pengembangan industri ini sangat dibutuhkan, satu sisi menyerap tenaga kerja, mengembangkannya. Sisi lainnya, ini terkait ketergantungan dari impor,” ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (20/2/2026).

Berdasarkan hitungan tim Celios, kebijakan itu diproyeksikan memicu potensi kerugian hingga Rp39 triliun dari sisi produk domestik bruto (PDB) dan pendapatan masyarakat, seiring dengan berkurangnya efek pengganda (multiplier effect) yang semestinya tercipta jika pengadaan kendaraan dilakukan melalui industri otomotif dan komponen dalam negeri.

Lebih lanjut, Bhima menekankan bahwa industri otomotif domestik ditopang oleh rantai pasok yang panjang dan terintegrasi, mulai dari manufaktur perakitan, industri komponen, jaringan distribusi, bengkel, hingga ritel suku cadang. 

Menurutnya, jika kebutuhan kendaraan niaga untuk program tersebut seluruhnya dipenuhi melalui impor dari India, maka potensi kehilangan tenaga kerja di dalam negeri dapat mencapai 330.000 orang. 

Baca Juga

  • RI Mau Impor 105.000 Pikap India buat Kopdes, Mendag Buka Suara
  • GIAMM Kritik Agrinas Soal Impor 105.000 Pikap India: Industri Komponen Babak Belur
  • Kopdes Merah Putih Impor Pikap dari India, IKM Otomotif Hancur Lebur

Selain itu, pendapatan pekerja diperkirakan tergerus hingga Rp17,38 triliun, seiring hilangnya aktivitas produksi dan berkurangnya perputaran ekonomi di sektor otomotif nasional.

"Dengan asumsi jumlah unit dari dalam negeri berkurang sama seperti jumlah impor 105.000 unit, dan dengan harga acuan dalam negeri sebesar Rp197 juta untuk tipe Gran Max tertinggi," katanya.

Terlebih lagi, Bhima menyebutkan, rencana mendatangkan impor ini melalui program dan anggaran negara. Selayaknya, industri dalam negeri mendapatkan prioritas. PT Agrinas Pangan Nusantara yang merupakan bagian dari Danantara, harus meninjau kembali rencana tersebut. 

“Apalagi saat ini industri otomotif yang telah lama dibangun itu, tengah mengalami penurunan signifikan. Ribuan tenaga kerja terancam, terutama dari komponen lokal,” tambahnya.

Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara menyatakan akan mengimpor sebanyak 105.000 unit pikap dan truk ringan dari India. Sebanyak 35.000 unit pikap dari Mahindra, 35.000 unit Yodha Pikap dan 35.000 unit truk T.7 dari Tata Motors. Seluruh unit bakal diperuntukan untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Membedah Latar Belakang Asisten John Herdman di Timnas Indonesia: Dari Dosen Spesialis Kebugaran hingga Analis Muda Potensial
• 13 jam lalubola.com
thumb
Indonesia Jadi Wakil Komandan ISF,  Pemerintah Wajib Siapkan Logistik hingga Perlindungan Prajurit
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Dengan Program Subsidi, Amerika Serikat (AS) Mau Lawan Dominasi Smartphone China di Indo-Pasifik
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kecelakaan KA Bandara-Truk di Poris, Polisi: Sirene Aktif, Palang Masih Terbuka
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Menko Zulhas Beberkan Menu MBG untuk Siswa Selama Ramadan 2026
• 15 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.