Jelang waktu berbuka puasa, Pasar Ramadan di kawasan Gunungsari Indah menjadi pusat perburuan takjil warga. Sejak sore hari, arus pembeli terus mengalir memadati lapak-lapak makanan yang berjajar di pintu masuk perumahan, Jumat (20/2/2026).
Keramaian mulai terasa sejak pukul 16.30 WIB. Momentum itu menjadi penopang utama perputaran ekonomi musiman, yang dimanfaatkan para pedagang makanan dan minuman untuk mendongkrak penjualan selama bulan suci Ramadan.
Beragam stan makanan dan minuman tersaji, mulai dari kue pancong hingga aneka gorengan. Lokasinya yang strategis membuat pasar ini menjadi tujuan warga dari berbagai kawasan sekitar.
Suwarji, salah satu penjual sosis telur, mengakui Ramadan membawa dampak signifikan terhadap jumlah pembeli di Pasar Ramadan Gunungsari Indah.
“Ya kalau tidak hujan insyallah rame, soale banyak orang yang bilang itu kalau semua (pasar) makanan yang (banyak) itu disini, semua yang di UNESA, di Kodam, di Grand Harvest itu orang yang deket lari (mencari takjil) kesini semua,” ujar Suwarji saat ditemui suarasurabaya.net.
Menurut Suwarji, faktor cuaca menjadi tantangan utama bagi pedagang kaki lima (PKL). Hujan kerap membuat jumlah pembeli turun drastis.
“Akhir-akhir ini hujan, hambatan orang PKL itu, ya kalau hujan itu ya gimana lagi ya,” kata.
Hal senada disampaikan Anto, penjual kue pancong, yang menilai geliat Pasar Ramadan tahun ini lebih terasa dibanding tahun sebelumnya.
“Menurut saya dari tahun lalu sama sekarang, lebih rame sekarang,” ungkap Anto.
Anto mengaku telah berjualan kue pancong di kawasan Gunungsari Indah selama tiga tahun dan memilih bertahan di lokasi yang sama karena konsistensi jumlah pembeli.
“Sudah tiga tahun mas, dan ndak pernah pindah dari sini, jualannya juga pancong terus,” ungkapnya.
Pasar Ramadan Gunungsari Indah telah berlangsung sejak 18 Februari 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 17 Maret 2026. Selama periode ini, pasar menjadi ruang ekonomi rakyat yang sangat bergantung pada cuaca sekaligus tradisi berburu takjil jelang berbuka.(ant/rzl/ris/iss)




