jpnn.com, ACEH TENGAH - Sebanyak 150 kartu keluarga (KK) yang terdampak jembatan putus dan terisolasi di Aceh Tengah, Aceh, telah direlokasi ke wilayah yang lebih aman.
Dandim 0106 Aceh Tengah Letkol. Infantri Raden Herman Sasmita mengkonfirmasi bahwa 80 KK penyintas bencana yang menempati pengungsian di SMP 23 Takengon telah direlokasi ke hunian sementara.
BACA JUGA: FTUI Beri Bantuan dan Lakukan Pemetaan Pascabencana di Aceh Tengah
Sedangkan sebagian KK lainnya memutuskan untuk menempati rumah pribadi masing-masing, karena kondisinya masih aman.
"Mereka yang kemarin menempati pengungsian di SMP 23 sudah direlokasi ke hunian sementara, lalu sebagian menempati rumah masing-masing, karena kondisinya masih baik dan yang direlokasi itu yang menempati pengungsian," ujar Dandim 0106 Aceh Tengah Letkol Infantri Raden Herman Sasmita kepada ANTARA di Aceh Tengah, Jumat.
BACA JUGA: PLN Sebut 184 Desa di Aceh Tengah Sudah Kembali Dialiri Listrik
Menghadapi Ramadan, Herman berharap kepada seluruh personel TNI bersama pihak terkait dapat berkolaborasi sebaik mungkin untuk bisa memberikan pertolongan secepat mungkin kepada penyintas bencana Sumatera.
"Kami harapkan semua pihak, BPBD, dinas-dinas yang terkait, semua bisa berkolaborasi dengan kami dalam upaya pemulihan ini, semua bekerja maksimal, tidak boleh merasa terbebani dengan datangnya bulan Ramadan ini ya," kata Herman.
BACA JUGA: TNI AL Kerahkan Pesawat Angkut, Bawa 2 Ton Bantuan Logistik ke Aceh Tengah
Saat ini TNI AD tengah membangun jembatan yang menghubungkan empat desa di Kecamatan Ketol, yang diharapkan bisa rampung pada 6 Maret mendatang.
Jembatan menghubungkan empat desa, yakni desa Burlah, Kekuyang, Bugeara, dan Bintang Pepara, Kecamatan Ketol.
Sebelumnya, TNI AD bersama dengan pihak terkait telah membangun jembatan sementara yang menghubungkan empat desa yang sempat terisolasi tersebut.
Namun, dengan kondisi curah hujan yang tinggi dan debit air sungai yang mulai naik, jembatan darurat tersebut kini berstatus rawan.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




