Program MBG Dinilai Bantu Dorong Sektor Pertanian dan Pemberdayaan Perempuan

viva.co.id
23 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan efek domino yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

Ekonom Universitas Indonesia, Dr. Fithra Faisal Hastiadi menjelaskan, sektor yang paling terdampak adalah sektor pertanian, yang pada tahun 2025 lalu mencapai pertumbuhan signifikan. 

Baca Juga :
Bangun Perekonomian Desa Guna Tingkatkan Ekonomi Nasional
Menteri Pigai: Pihak yang Ingin Meniadakan MBG Menentang HAM

Dia bahkan mengungkapkan, program MBG turut mendorong tumbuhnya sektor pertanian, karena terciptanya ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.

"Di kuartal IV-2025 kemarin, secara makro kita tumbuh 5,39 persen (yoy). Salah satu motor penggeraknya adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh sebesar 6,12 persen (yoy)," kata Fithra dalam keterangannya, Jumat, 20 Februari 2026.

Research Institute of Socio-Economic Development (RISED)
Photo :
  • [Istimewa]

"Kalau kita melihat lebih dalam lagi performance dalam perekonomian kita, kita bisa melihat pertumbuhan sektor pertanian 5,33 persen (yoy). Karena produknya terserap oleh SPPG,” ujarnya.

Fithra menilai, saat ini mitra pengelola SPPG dan juga pengusaha-pengusaha mulai berinvestasi di produk hulu MBG, seperti pertanian dan peternakan. Dengan begitu, tidak aneh bila terjadi lonjakan pertumbuhan di sektor pertanian akibat dari dampak positif MBG.

“Bahkan pertumbuhan sektor pertanian tahun lalu, terbilang tertinggi selama beberapa tahun terakhir. Kalau kita lihat di tahun 2025 tumbuhnya 5,33 persen, di 2024 cuma 0,68 persen, di 2023 hanya 1,31 persen. Jadi dari sini saja kita bisa melihat pertumbuhannya itu signifikan,” ujarnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) terhadap 1.800 orang tua, ditemukan bahwa program MBG terbukti memberikan dampak positif terhadap efisiensi anggaran rumah tangga.

Peneliti RISED, M. Fajar Rakhmadi mengatakan, sebanyak 36 persen responden mencatat penurunan pengeluaran harian, terutama berkat berkurangnya biaya bekal dan uang saku anak. Meskipun 63 persen keluarga melaporkan penghematan yang masih di bawah 10 persen dari total belanja bulanan, kehadiran MBG dinilai efektif dalam menjaga stabilitas pengeluaran rutin keluarga.

Dukungan terhadap keberlanjutan program MBG menurut hasil studi RISED mencapai 81 persen di kalangan orang tua rumah tangga rentan. Menariknya, orang tua siswa ternyata tidak sekadar melihat MBG ini sebagai manfaat ekonomi semata, namun juga program MBG memberikan keamanan dan kenyamanan.

Baca Juga :
69 Tahun Berdiri, Astra Tegaskan Komitmen Kontibusi Jangka Panjang Genjot Ekonomi Nasional
Klarifikasi Kemenkeu atas Pernyataan Purbaya terkait Gugatan UU APBN Soal MBG
Airlangga: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS cuma Fokus soal Perdagangan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dolar AS Tergelincir di Tengah Pembatalan Tarif Trump
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Seskab: Prabowo Satu-satunya Presiden yang Bilateral dengan Trump di Sela BoP
• 19 jam laludetik.com
thumb
Aksi Horor Majikan di Bogor Aniaya ART Cuma Perkara Matikan Kompor
• 23 jam laludetik.com
thumb
Indonesia Pimpin Organisasi Kerja Sama Ekonomi D-8
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Gegara Penutupan Pemerintah, Ekonomi AS Cuma Tumbuh 1,4% di Kuartal IV-2025
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.