Ketua BEM UGM Surati UNICEF Minta MBG Dihentikan, Pigai: Itu Menentang HAM

tvonenews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com – Langkah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menyurati United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) dan meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan menuai respons keras dari Menteri HAM RI, Natalius Pigai.

Pigai menilai upaya meniadakan program tersebut sebagai tindakan yang menentang Hak Asasi Manusia (HAM).

“Makan bergizi gratis adalah permintaan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Untuk pendidikan bagi orang kecil, anak-anak kecil. Kesehatan bagi anak-anak kecil. Makanan yang bergizi bagi anak-anak kecil adalah sesuai dengan apresiasi dan permintaan dan harapan dari UNICEF. Ya, harapan dari UNICEF," tutur Pigai, Jumat (20/2/2026). 

Pigai menegaskan, siapa pun yang ingin menghapus program tersebut berarti melawan prinsip HAM.

“Maka orang yang mau meniadakan makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, pendidikan gratis, sekolah rakyat, koperasi merah putih, adalah orang yang menentang Hak Asasi Manusia,” tegasnya.

Pigai juga menyebut MBG selaras dengan harapan lembaga internasional.

"Gimana programnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, Anda meminta UNICEF menghentikan? Tidak mungkin. Karena itu keinginan Perserikatan Bangsa-Bangsa," imbuhnya. 

Karena itu, ia mempertanyakan permintaan BEM UGM kepada UNICEF untuk menghentikan program tersebut.

“Oleh karena itu, tidak bisa meminta UNICEF menghentikan. Gimana programnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, Anda meminta UNICEF menghentikan? Tidak mungkin. Karena itu keinginan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” katanya.

"Prabowo dan Gibran melaksanakan amanat rakyat sejalan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa," tandas Pigai.

Latar Belakang BEM UGM Surati Unicef

Surat terbuka BEM UGM sendiri dikirimkan pada 6 Februari 2026 kepada UNICEF. Surat itu merupakan respons atas tragedi meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur yang diduga mengakhiri hidup karena tak mampu membeli alat tulis seharga kurang dari Rp10 ribu.

Dalam surat tersebut, BEM UGM menilai tragedi itu mencerminkan kegagalan negara dalam menjamin hak dasar anak, khususnya akses terhadap pendidikan.

Mereka menyoroti kesenjangan antara capaian statistik yang kerap dipaparkan pemerintah dengan realitas sosial yang dihadapi masyarakat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Siapkan Plt Direktur Penyidikan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rosan Ungkap Freeport Gelontorkan Investasi Rp337,6 Triliun di Indonesia
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Polisi Tangkap Santriwati Pembuang Bayi di Kebun Ponpes Mamuju
• 13 jam laludetik.com
thumb
BRI Sambut Energi Transformasi Tahun Kuda Api 2026
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ketahui 7 Tips Buka Puasa Agar Perut Tidak Begah, Ibadah saat Ramadan 2026 Lancar Tanpa Kendala
• 20 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.